Samarinda, Natmed.id — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan olahraga daerah setelah sebelumnya dinyatakan bahwa tim telah meraih kemenangan.
Ia mempertanyakan mengapa kondisi saat ini justru menjadi lebih sulit, sehingga diperlukan peninjauan untuk mengetahui letak permasalahan yang terjadi.
Menurut Faisal, sistem tata kelola organisasi harus segera diperbaiki, termasuk mekanisme rekrutmen, sistem liga kompetisi, hingga proses perekrutan pemain inti.
Ia berharap seluruh aspek tersebut dapat dibahas dalam evaluasi mendatang, mengingat sejumlah agenda penting seperti Pra-Kualifikasi (PK), Porprov, hingga PON sudah semakin dekat.
Faisal juga menekankan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat, terutama di tengah kondisi anggaran yang terus menurun.
“Hal ini menuntut pengurus untuk lebih kreatif dalam mengelola dana yang terbatas agar tetap mampu menghasilkan prestasi, Ini berlaku untuk semua cabang olahraga,” kata Faisal, di Hotel Royal Park, Sabtu 29 November 2025.
Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa pemerintah tidak bersikap pilih kasih dalam pengalokasian anggaran olahraga. Menurutnya, pembagian anggaran dilakukan berdasarkan skala prioritas, bukan secara rata, mengingat seluruh sektor juga mengalami penyesuaian.
Ia juga menyinggung cabang sepak bola yang walau hanya menyediakan satu medali, tetapi membawa nama baik daerah. Karena itu, Faisal mengajak semua pihak untuk kembali menyalakan semangat mengulang prestasi yang pernah diraih.
“Kita pernah bisa, mengapa sekarang tidak” tegasnya.
Faisal juga mengusulkan, agar para mantan pelatih atau pihak yang pernah membawa prestasi di masa lalu kembali diundang untuk memberikan masukan, tidak ada salahnya mempelajari kembali strategi yang pernah membawa kesuksesan dan menyesuaikannya dengan kondisi saat ini Saya kira itu.
“Saya mengusulkan agar para mantan pelatih atau pihak yang pernah membawa prestasi di masa lalu kembali diundang untuk memberikan masukan. Tidak ada salahnya mempelajari strategi yang dulu dan menyesuaikannya,” tutup Faisal.
