Pendidikan

UKM Jurnalistik Polnes Perkuat Kompetensi Mahasiswa Samarinda Lewat PJTD 2026

Teks: Suasana PJTD 2026 Yang Dilaksanakan di Aula Rektorat Polnes pada Sabtu,11/4/26. (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) kembali menunjukkan eksistensinya dalam memperkuat literasi dan kemampuan jurnalistik mahasiswa di Samarinda.

Melalui agenda tahunan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2026, UKM ini berupaya mencetak bibit-bibit jurnalis muda yang tidak hanya cakap dalam menulis, tetapi juga kritis dalam mengawal isu-isu publik.

Teks: Pembina UKM Jurnalistik Polnes, Nasikin Sani Saat Diwawancara Usai Membuka Kegiatan Pada Sabtu,11/4/26. (Natmed.id/Sukri)

Pembina UKM Jurnalistik Polnes Nasikin Sani menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi dalam menjaga kualitas pers mahasiswa.

Menurutnya, konsistensi adalah kunci utama dalam membangun fondasi keilmuan jurnalisme yang kuat.

“Alhamdulillah, acara pelatihan dasar jurnalistik ini berlangsung terus menerus setiap tahun. Lebih-lebih tahun ini kita tetap bisa mengundang dari kampus-kampus lain untuk berkontribusi dan saling berdiskusi,” ujar Nasikin Sani saat diwawancara usai membuka kegiatan pada Sabtu, 11 April 2026.

Ia juga memandang bahwa pers mahasiswa memiliki peran strategis sebagai mitra kritis pemerintah daerah. Oleh karena itu, kolaborasi antar kampus menjadi poin yang sangat ditekankan pada pelaksanaan tahun ini.

“Pelatihannya dasar, tapi nanti hasilnya harus bisa lebih expert lagi di dunia nyata. Mereka harus bisa saling kolaborasi, karena antarkampus itu harus terjaring, harus saling bahu-membahu dan mendukung agar semuanya bisa tumbuh bersama,” tambahnya.

Ada yang unik dari penyelenggaraan PJTD kali ini. Jika tahun-tahun sebelumnya rangkaian materi seringkali dipisah dalam jeda mingguan, di bawah kepemimpinan Ketua Panitia Anas Fadhil Darojat, format acara diubah menjadi lebih intensif dan padat.

Anas menjelaskan bahwa keputusan untuk melakukan pelatihan secara maraton bertujuan agar fokus peserta tidak terpecah dan semangat belajar tetap terjaga dalam ritme yang sama.

“Tahun ini berbeda karena kami tidak mengikuti pola tahun sebelumnya yang dijeda beberapa minggu. Kami mau langsung full 2 hari, jadi kalau capek ya langsung capek sekalian. Waktunya memang mepet, tapi hasilnya kami targetkan maksimal,” tegas Anas.

Peserta yang datang pun dari berbagai kampus besar di Samarinda seperti Universitas Mulawarman (Unmul), UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), hingga Politeknik Negeri Pertanian (Polnes), dihadapkan pada serangkaian materi teknis yang menantang.

Mulai dari kode etik jurnalistik, teknik wawancara mendalam, hingga praktik peliputan lapangan yang didampingi langsung oleh para praktisi dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Salah satu materi yang menjadi sorotan dalam PJTD 2026 adalah teknik menghadapi narasumber tingkat tinggi. Nasikin Sani mengingatkan para peserta bahwa di lapangan, teori kaku seringkali tidak cukup untuk menembus narasumber yang sulit ditemui atau enggan berbicara banyak.

Ia membagikan tips berharga mengenai pentingnya fleksibilitas bagi seorang jurnalis agar tidak sekadar menjadi pencatat pertanyaan.

“Jurnalis harus tahu dasarnya, 5W+1H itu basic. Tapi saat terjun di lapangan, kita harus bisa improvisasi. Pertanyaan tidak boleh monoton, bagaimana kita membuat pertanyaan yang bisa berlanjut sehingga narasumber seperti Gubernur atau Kapolres bisa lebih terbuka menyampaikan informasi. Itu salah satu kunci yang bagus,” jelas Nasikin.

Dengan dilaksanakannya rangkaian PJTD 2026 ini, Anas berharap ilmu yang didapatkan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi segera diimplementasikan melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas di kampus masing-masing.

“Harapan saya, dari kegiatan ini peserta bisa mendapatkan ilmu bermanfaat tentang teknik dasar jurnalistik dan lebih mengenal dunia jurnalistik secara profesional,” tutup Anas.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para mahasiswa Samarinda untuk menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang akurat dan edukatif bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Related posts

UNU Pasuruan Gelar Wisuda, Bupati Dorong Lulusan Kembangkan Ilmu di Masyarakat

Sahal

Menu Asrama Dinilai Tak Layak, Syahariah Mas’ud Minta Evaluasi Pengelolaan SMAN 10 Samarinda

Aminah

Perluas Kesempatan Calon Peserta Didik, SMAN 3 Samarinda Buka 12 Kelas

Aminah