Samarinda, Natmed.id – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026, Klenteng Thien Ie Kong telah merampungkan berbagai persiapan, mulai dari pengecatan bangunan, pembersihan area ibadah, hingga pemasangan dekorasi khas Imlek untuk menyambut ribuan umat yang akan beribadah.

Pantauan di lokasi menunjukkan nuansa merah mendominasi area klenteng. Lampion warna-warni berderet di halaman dan pintu masuk, sementara di altar utama dupa dan lilin merah berukuran besar telah terpasang.
Dupa menjadi simbol penghormatan dan sarana menyampaikan doa, sedangkan cahaya lilin dimaknai sebagai harapan, kelancaran rezeki, serta perlindungan di tahun yang baru.
Staf Klenteng Thien Ie Kong, Hansen, menjelaskan rangkaian persiapan dilakukan bertahap sejak awal Januari 2026.
“Dari awal Januari sekitar tanggal 5 sudah dimulai pengecatan dari depan klenteng sampai area belakang. Selesainya awal Februari, sekitar satu bulanan,” ujarnya saat ditemui Sabtu 14 Februari 2026.
Selain pengecatan, pembersihan menyeluruh juga dilakukan hingga ke langit-langit bangunan. Menurut Hansen, pembersihan rupang atau dewa-dewi telah lebih dulu dimulai pada 25 Januari 2026.
“Setelah itu baru pengecatan, lalu pemasangan lampion atau tenglong yang selesai minggu ini. Tinggal dekorasi tambahan seperti bunga sakura dan itu juga sudah beres, persiapan kami sudah siap,” katanya.
Ia memperkirakan jumlah umat yang datang beribadah selama rangkaian Imlek mencapai sekitar seribu orang, namun tidak hadir secara bersamaan.
“Datangnya silih berganti. Ada yang pagi, sore, malam. Biasanya malam lebih banyak anak muda, kalau yang tua datang pagi,” jelasnya.
Terkait rangkaian ibadah, rohaniawan klenteng Supardi Gunawan menjelaskan klenteng akan dibuka hampir 24 jam.
“Ibadah Imlek dimulai 16 Februari malam sekitar jam 8 sampai puncaknya jam 12 malam. Tanggal 17 Februari pagi, umat sudah mulai datang sejak jam 5 atau 6 pagi. Klenteng buka terus sampai malam,” ujarnya.
Menurut Supardi, ibadah di klenteng tidak dilakukan secara berjemaah, melainkan per keluarga atau perorangan. Hal ini membuat arus umat datang dan pulang berlangsung bergantian sepanjang hari.
Ia juga menyampaikan harapan di tahun Imlek 2577 agar masyarakat tetap rukun dan sejahtera di tengah tantangan global.
“Kita berharap Indonesia aman, masyarakatnya sejahtera. Walaupun berbeda agama dan pendapat, tetap bisa hidup baik, sehat dan rezekinya lancar,” katanya.

Untuk tahun ini, dekorasi klenteng relatif sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan tambahan ornamen bertema shio kuda di aula utama.
“Setiap tahun berganti shio. Tahun ini ada tambahan dekorasi kuda sebagai simbol tahun berjalan,” tutup Supardi.
