Samarinda, Natmed.id – Sejumlah sopir mengeluhkan atas rekayasa lalu lintas kendaraan berat di jalur Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu). Para sopir keberatan atas pengalihan arus lalu lintas karena memperlambat pengantaran distribusi barang.
Menanggapi keluhan para sopir, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan dan Jalan (LLAJ) Dinas perhubungan (Dishub) Kaltim Heru Santosa menyampaikan, permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan para pengguna jalan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, khususnya bagi para sopir dan distribusi barang. Rekayasa lalu lintas memang tidak selalu nyaman di awal, tapi ini terus bergerak dan dinamis,” ungkap Heru, Kamis malam, 29 Januari 2026, saat meninjau TKP.
Menurutnya, Dishub Kaltim tidak menutup mata terhadap dampak kebijakan tersebut, terutama terhadap distribusi komoditas penting bagi masyarakat.
“Nanti akan kami identifikasi, kalau memang ada barang tertentu yang tidak bisa ditunda atau sangat krusial, bisa saja kami berikan diskresi agar bisa menyeberang,” ujarnya.
Ia akan terus melakukan evaluasi bahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi pelanggaran di jembatan lain.
“Evaluasi sudah kami lakukan sejak sore. Tadi juga sempat ada kendaraan yang mencoba menerobos di Jembatan Mahakam I, itu langsung kami tindak lanjuti dengan koordinasi ke PU,” jelasnya.
Ia juga mengimbau para pengemudi agar sejak dini mengantre sebelum waktu pembukaan jembatan karena dapat mengganggu para pengguna jalan lain.
“Lebih baik mendekati waktu dibuka baru bergerak menuju jembatan. Kalau dari siang sudah antre, itu justru mengganggu arus lalu lintas lainnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Dishub Kaltim memastikan rekayasa lalu lintas ini akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar tidak merugikan masyarakat secara luas.
