Samarinda, Natmed.id – Menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bankaltimtara yang dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini, Wali Kota Samarinda Andi Harun memberikan penjelasan mendalam mengenai prosedur pengisian jabatan pimpinan tertinggi di bank milik daerah tersebut.
Fokus utama kini tertuju pada dua kandidat yang telah melewati proses penyaringan ketat. Andi Harun menegaskan bahwa penentuan sosok direktur utama (dirut) bukan sekadar urusan preferensi politik, melainkan harus tunduk pada regulasi perbankan yang sangat ketat.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini proses tersebut telah membuahkan hasil berupa kandidat yang telah memenuhi standar kompetensi perbankan.
“Terkait calon Direktur Utama Bankaltimtara, meskipun ada aspirasi mengenai putra daerah, proses saat ini telah menetapkan dua nama calon yang lolos seleksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Andi Harun saat diwawancara awak media pada Kamis, 2 April 2026.
Kehadiran restu dari OJK ini menandakan bahwa para calon telah melewati fit and proper test yang mencakup penilaian integritas, rekam jejak dan kemampuan manajerial perbankan.
“Agenda utama RUPS tersebut meliputi penetapan jajaran direksi dan komisaris utama yang baru,” tambahnya.
Meski ada harapan dari berbagai pihak terkait keterwakilan figur lokal, Andi Harun secara transparan memaparkan realita mekanisme pengambilan keputusan dalam perseroan terbatas.
Keputusan akhir sepenuhnya merupakan hak prerogatif para pemegang saham yang dikonversi melalui jumlah kepemilikan saham.
“Keputusan akhir akan bergantung pada suara mayoritas pemegang saham,” tutur Andi Harun.
Andi Harun kemudian merinci struktur kepemilikan modal yang menempatkan pemerintah provinsi sebagai penentu arah kebijakan.
“Perlu dipahami bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim memegang saham lebih dari 50%, sehingga mereka memiliki suara mayoritas dalam menentukan siapa yang layak memimpin bank ini ke depan,” jelasnya.
Hal ini memberikan gambaran bahwa meski pemerintah kabupaten/kota memiliki hak suara, sinergi dengan pemerintah provinsi menjadi kunci dalam menentukan figur terpilih dalam RUPS yang dijadwalkan pada 23 April 2026 di Samarinda.
Andi Harun mengingatkan bahwa forum RUPS memiliki fungsi kontrol yang sangat vital. Rapat ini juga akan menjadi panggung bagi manajemen lama untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya selama masa jabatan mereka.
“Pembahasan mengenai laporan kinerja direksi lama juga akan menjadi agenda penting,” tegas Andi Harun.
Evaluasi ini mencakup aspek kesehatan bank, pertumbuhan aset, hingga kontribusi bank terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Ini adalah bentuk transparansi dan tanggung jawab kepada seluruh pemegang saham dan masyarakat sebagai pemilik modal sesungguhnya,” pungkasnya.
Dengan segala persiapan yang ada, hasil RUPS Bank Kaltimtara nantinya diharapkan dapat membawa angin segar bagi stabilitas ekonomi di Kalimantan Timur, terutama dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah di masa depan.
Seperti diketahui, dua nama yang akan bersaing keras memimpin Bankaltimtara hanya dua calon, yakni Romy Wijayanto dan Amri Maruaga. Keduanya dikabarkan telah lolos fit and proper test Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keduanya juga bukan putra daerah Kaltim.
