Samarinda

Samarinda Utara Fokuskan Sinkronisasi Usulan Akar Rumput ke Sistem Digital

Teks: Camat Samarinda Utara, Mohamad Joni. (Dok/Natmed.id/sukri)

Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Kecamatan Samarinda Utara mengambil langkah cepat dalam menyusun cetak biru pembangunan untuk tahun anggaran 2027.

Melalui serangkaian kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), pihak kecamatan memastikan bahwa setiap aspirasi warga dari tingkat terbawah telah terakomodasi dan siap dikawal menuju tahapan pemerintahan yang lebih tinggi.

Melalui saluran telepon, Minggu, 8 Maret 2027, Camat Samarinda Utara Mohamad Joni menegaskan bahwa proses perencanaan untuk tahun 2027 ini dilakukan dengan lebih teliti, mengingat tantangan wilayah utara yang semakin kompleks sebagai gerbang penyangga kota.

Salah satu poin krusial dalam perencanaan tahun 2027 adalah validasi data. Joni menjelaskan bahwa seluruh usulan yang telah disepakati di tingkat kelurahan kini telah melalui proses input ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Kami tidak ingin ada usulan warga yang tercecer. Oleh karena itu, setelah rampung di tingkat kelurahan, tim kami langsung melakukan sinkronisasi ke dalam SIPD. Ini adalah bentuk transparansi dan kepastian bahwa usulan dari Samarinda Utara tercatat secara sistematis di tingkat kota,” jelas Joni.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, usulan pembangunan untuk tahun 2027 masih berfokus pada tiga pilar utama, namun dengan penekanan pada kualitas dan keberlanjutan.

Yang pertama pada bidang infrastruktur dan lingkungan. Fokus utama meliputi penanganan titik banjir yang masih tersisa, peningkatan kualitas jalan pemukiman, serta pengadaan lampu jalan (PJU) untuk meningkatkan keamanan wilayah.

Untuk bidang transformasi ekonomi masyarakat, yaitu mendorong program pelatihan kewirausahaan bagi pemuda dan pelaku UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar digital.

Serta penguatan sosial budaya. Usulan mengenai perbaikan sarana ibadah, fasilitas kesehatan tingkat dasar, serta kegiatan kepemudaan yang mendukung pelestarian budaya lokal.

Joni memaparkan bahwa dengan total 8 kelurahan di bawah koordinasinya, diperlukan kebijakan yang adil dalam menentukan usulan mana yang akan dibawa ke tingkat kota.

“Kami memiliki jatah 10 usulan prioritas di tingkat kecamatan untuk tahun 2027. Strategi kami adalah memastikan setiap kelurahan (8 kelurahan) memiliki minimal satu usulan emas atau utama yang pasti kita dorong. Sisanya, kami peruntukkan bagi usulan yang sifatnya mendesak atau emergency yang berdampak pada kepentingan orang banyak di lintas kelurahan,” tambahnya.

Kesuksesan Musrenbang 2027 di Samarinda Utara ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Kehadiran perwakilan dari Bappeda, OPD terkait, hingga anggota DPRD Kota Samarinda dan DPRD Provinsi Kalimantan Timur memberikan bobot politis yang kuat bagi usulan warga.

Kehadiran para wakil rakyat ini diharapkan mampu mengintervensi usulan-usulan yang membutuhkan anggaran besar, sehingga tidak hanya bergantung pada dana kelurahan, tetapi juga bisa masuk ke dalam skema APBD murni maupun bantuan keuangan provinsi.

“Harapan kami, koordinasi yang solid ini terus terjaga hingga Musrenbang tingkat kota nanti. Tujuannya satu, yakni memastikan warga Samarinda Utara merasakan dampak nyata dari pembangunan yang merata dan tepat sasaran,” tutup Joni.

Related posts

Turun Kelapangan, Chaerul Amir: Untuk Pastikan Laporan Adanya Perusahaan Tambang Gunakan Jalan Negara

natmed

Terminal Bayangan di Adipati Pranoto Ditertibkan Satpol PP dan Dishub

Aminah

Setahun Kinerja Bebaya Mart Segera Dievaluasi

Sukri