Ekonomi

Ritel dan Digital Menggeliat, Transaksi Event Belanja Nasional Lampaui Target

Teks: Juru Bicara Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto

Jakarta, Natmed.id – Pemerintah mencatat transaksi event belanja nasional sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026 melampaui target dengan realisasi mencapai Rp122,28 triliun, didorong oleh menggeliatnya sektor ritel dan perdagangan digital melalui program Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS), Belanja di Indonesia Aja (BINA), dan EPIC Sale.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketahanan konsumsi rumah tangga sekaligus meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian nasional di tengah dinamika global.

“Kesuksesan HARBOLNAS, BINA, dan EPIC Sale di penghujung tahun 2025 bukan sekadar angka transaksi, melainkan bukti nyata resiliensi konsumsi rumah tangga kita. Capaian yang melampaui target menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat serta peran penting produk lokal dalam rantai pasok nasional,” ujar Haryo.

Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, realisasi transaksi Rp122,28 triliun per 5 Januari 2026 tersebut melampaui target awal sebesar Rp110 triliun. Capaian itu ditopang oleh berbagai program belanja nasional yang memanfaatkan momentum libur Natal dan Tahun Baru 2025.

Program HARBOLNAS yang digelar pada 10–16 Desember 2025 mencatatkan transaksi sebesar Rp36,4 triliun, melampaui target Rp34 triliun. Dari total transaksi tersebut, penjualan produk lokal mencapai Rp16,6 triliun. Program ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan melibatkan pelaku UMKM serta berbagai platform digital nasional.

Sementara itu, program BINA yang berkolaborasi dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatatkan realisasi transaksi sebesar Rp119,3 triliun sepanjang 2025. Khusus BINA Indonesia Great Sale (IGS) Nataru yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, transaksi tercatat mencapai Rp31 triliun, melampaui target Rp30 triliun.

Program BINA juga mencakup sejumlah sub-event sepanjang tahun, antara lain BINA Diskon Lebaran, BINA Holiday #BackToSchool, serta BINA 17an atau HBD Indonesia, yang turut menggerakkan konsumsi masyarakat di berbagai periode.

Adapun Program Ritel Nasional melalui kemitraan dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) mencatatkan total transaksi Rp240,12 triliun sepanjang 2025. Kontribusi terbesar berasal dari berbagai sub-event seperti Friday Mubarak, Holiday Sale, Merdeka Madness, hingga EPIC Sale. Khusus EPIC Sale Nataru 2025 yang digelar pada 1–31 Desember 2025, realisasi transaksi mencapai Rp54,88 triliun, mendekati target Rp56 triliun.

Haryo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan asosiasi agar event belanja nasional tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Ke depan, Pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan asosiasi untuk memastikan event-event belanja nasional tidak hanya mendorong transaksi jangka pendek, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui rangkaian event belanja nasional tersebut, pemerintah optimistis konsumsi rumah tangga tetap terjaga, akses pasar produk dalam negeri khususnya UMKM semakin luas, serta ekosistem perdagangan ritel dan digital nasional terus menguat.

Related posts

Yustinus Bersyukur Koperasi BSJ Membantu Dalam Pembiayaan Hingga Lahan

Febiana

Indonesia–Tiongkok Sepakati Proyek Industri Senilai Rp36 Triliun

Aminah

BPS Kaltim Akan Gelar Survei Besar 2026, Data Kemiskinan hingga IPM Diperbarui

Aminah

Leave a Comment