Politik

PPP Kaltim Targetkan Kepemimpinan Amanah dan Visioner Hasil Muswil X

Teks: Pengurus DPP, DPW dan DPC saat Musyawarah Wilayah X PPP Kaltim di Samarinda (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Timur menargetkan lahirnya kepemimpinan yang amanah, visioner dan responsif terhadap tantangan zaman melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) X PPP Kaltim yang digelar di Hotel Aston Samarinda, Rabu 4 Februari 2026.

Teks: Ketua DPW PPP Kaltim Gamalis saat sambutan pada Musyawarah Wilayah X PPP (Natmed.id/Aminah)

Ketua DPW PPP Kaltim Gamalis menegaskan, Muswil X bukan sekadar agenda rutin organisasi atau forum pemilihan kepengurusan, melainkan momentum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus merumuskan arah perjuangan politik PPP ke depan, khususnya di Kalimantan Timur.

“Musyawarah wilayah ke-10 ini adalah momentum yang sangat penting dan menentukan. Bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk menilai perjalanan perjuangan partai, melakukan muhasabah politik dan merumuskan langkah PPP ke depan,” ujar Gamalis

Kepemimpinan PPP ke depan harus memiliki visi yang jelas, program kerja yang realistis dan terukur, serta berpihak pada kepentingan umat dan rakyat.

Tantangan kebangsaan saat ini tidak ringan, mulai dari kesenjangan sosial, kemiskinan, pengangguran, hingga ketidakadilan ekonomi yang belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di akar rumput.

“Politik PPP harus senantiasa berada di tengah umat. Mendengar aspirasi petani, nelayan, buruh dan kelompok rentan. Inilah wujud nyata politik rahmatan lil alamin yang menjadi ruh perjuangan PPP,” katanya.

Dalam Muswil X tersebut, Gamalis juga menegaskan posisi PPP sebagai partai Islam yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai keislaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Ia menilai Islam dan kebangsaan bukan dua kutub yang saling bertentangan, melainkan satu kesatuan dalam membangun Indonesia.

“Bagi PPP, Islam dan kebangsaan adalah dua hal yang berjalan bersama. Menjaga persatuan bangsa, keutuhan NKRI, dan tegaknya demokrasi yang beradab adalah amanah keagamaan sekaligus tanggung jawab konstitusional,” tegasnya.

Gamalis juga mengajak seluruh kader PPP untuk menjadikan proses demokrasi, termasuk pemilu, sebagai ladang ibadah. Ia menolak praktik politik yang menghalalkan fitnah, adu domba, dan cara-cara yang bertentangan dengan akhlakul karimah.

“Kita menolak politik fitnah dan politik adu domba. Setiap suara yang diraih dan setiap amanah yang diemban harus diniatkan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain menyoroti isu kebangsaan, Muswil X PPP Kaltim juga diarahkan sebagai titik konsolidasi organisasi. Gamalis menekankan pentingnya memperkuat struktur partai dari tingkat wilayah hingga ke akar rumput, mulai dari DPC, PAC, ranting, hingga basis konstituen.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam musyawarah merupakan hal wajar, namun tidak boleh merusak ukhuwah dan solidaritas internal partai.

“Kita harus mengedepankan musyawarah mufakat, saling menghormati, dan menempatkan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujarnya.

Muswil X PPP Kaltim juga dinilai krusial untuk menjawab tantangan regenerasi dan perubahan demografi. Gamalis menyinggung peran generasi muda yang ke depan akan mendominasi komposisi penduduk Indonesia.

“Kepemimpinan PPP harus mampu membaca zaman dan merespons aspirasi generasi muda. Pada 2027, generasi muda akan mencapai sekitar 60 persen dari total penduduk. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang agar PPP tetap relevan,” katanya.

Gamalis berharap Muswil X dapat menghasilkan kepemimpinan PPP Kaltim yang amanah, berintegritas, dan mampu membawa partai kembali bangkit serta berkontribusi lebih besar bagi umat, daerah, dan bangsa.

“Muswil ini harus menjadi starting point. Dari sinilah kita bergerak, memperkuat persatuan, dan meneguhkan PPP sebagai rumah besar umat Islam yang moderat, inklusif dan berwawasan kebangsaan,” tukasnya.

Related posts

DPRD Samarinda Minta Pembagian Kios Pasar Prioritaskan Pedagang Lama

Sukri

Probebaya Program Pro-Rakyat yang Lahir dari Pemilihan Langsung

Aminah

Rayakan HUT Ke-57, Golkar Gelar Bakti Sosial Hingga Persiapan Menuju RI 1

Febiana