Samarinda, Natmed.id – Setelah melantik Sekretaris Daerah (Sekda) yang baru, Wali Kota Samarinda, Andi Harun memberikan sinyal kuat bahwa akan segera dilakukan penataan besar-besaran untuk mengisi kekosongan jabatan pada level pimpinan tinggi di lingkungan Pemkot.
Andi Harun mengungkapkan bahwa terdapat banyak posisi strategis yang saat ini belum memiliki pejabat definitif, yang berpotensi menghambat pengambilan keputusan strategis.
Ia menegaskan bahwa pengisian ini menjadi prioritas utama agar kinerja pemerintahan tetap stabil.
“Kita akan segera melakukan pengisian untuk jabatan-jabatan yang saat ini masih lowong,” ujar Andi Harun saat ditemui usai pelantikan pejabat fungsional pada Kamis, 2 April 2026.
Beberapa instansi besar yang menjadi sorotan antara lain, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang memegang peran kunci dalam pengembangan SDM. Lalu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), yang bertanggung jawab atas penataan kota.
Kemudian Inspektorat, sebagai garda terdepan pengawasan internal birokrasi. Serta, Asisten 1 serta Sekretaris Dewan (Sekwan) yang bertugas menjembatani hubungan eksekutif dan legislatif.
Wali Kota Andi Harun menjelaskan bahwa proses ini tidak akan dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui pendekatan yang sangat teknis dan terukur.
Ia menekankan pentingnya menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat (right man on the right place).
“Strategi pengisian akan menggunakan dua pendekatan utama. Pertama adalah melalui pergeseran atau rotasi jabatan untuk penyegaran tugas,” jelasnya.
Menurutnya, pergeseran antarkepala dinas diperlukan agar tidak terjadi kejenuhan dalam kepemimpinan dan membawa perspektif baru di setiap instansi.
Selanjutnya, Andi Harun memperkenalkan pendekatan manajemen talenta untuk mengisi sisa kursi yang ada.
“Bagi jabatan yang belum terisi melalui rotasi, kita akan menerapkan manajemen talenta. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap posisi diisi oleh individu yang memiliki kompetensi sesuai dengan spesialisasi tugasnya,” tambahnya.
Segala bentuk pergeseran dan pengisian jabatan ini, menurut Andi Harun, hanyalah sebuah sarana untuk mencapai tujuan akhir, yakni pelayanan maksimal bagi warga Samarinda.
Ia tidak menginginkan adanya kendala administratif akibat status pejabat yang hanya bersifat sementara atau pelaksana tugas.
“Tujuan akhirnya adalah mengoptimalkan pelayanan publik. Kita butuh tim yang solid agar setiap program pembangunan bisa dieksekusi dengan cepat dan tepat sasaran,” pungkas Andi Harun.
Dengan langkah ini, diharapkan Pemkot Samarinda dapat bergerak lebih lincah dalam merespons berbagai tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
