Pekalongan, Natmed.id – Pemulihan jalur kereta api lintas Pekalongan–Sragi yang terdampak banjir di Jawa Tengah telah mencapai 85 persen. Kementerian Perhubungan memastikan sebagian besar perjalanan kereta api kembali berjalan normal dengan tetap mengutamakan keselamatan penumpang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meninjau langsung jalur kereta api yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu 21 Januari 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses penanganan berjalan cepat, tepat dan sesuai standar keselamatan operasional.
“Kami menyampaikan keprihatinan atas banjir yang terjadi di Jawa Tengah karena berdampak pada keselamatan masyarakat dan kelancaran transportasi, khususnya operasional kereta api. Untuk itu, siang ini saya melihat langsung beberapa titik jalur kereta api yang masih tergenang,” ujar Menhub Dudy.
Sejak awal kejadian Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian telah melakukan koordinasi intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), BMKG, pemerintah daerah, serta aparat setempat. Keputusan teknis operasional diambil secara cepat dan terukur tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Saat ini, jalur kereta api yang terdampak banjir sudah dapat dilalui dengan pengaturan khusus. Pembatasan kecepatan diterapkan sebagai langkah preventif, yakni maksimal 40 kilometer per jam pada jalur hulu dan 30 kilometer per jam pada jalur hilir.
“Demi keselamatan, kami menerapkan pembatasan kecepatan di jalur yang masih tergenang. Konsekuensinya masih terjadi keterlambatan perjalanan. Namun berdasarkan data KAI, 85 persen perjalanan kereta telah pulih dan berjalan normal, sementara 15 persen lainnya masih mengalami keterlambatan,” jelas Menhub Dudy.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, banjir yang terjadi pada 16 hingga 19 Januari 2026 menyebabkan dua titik utama jalur kereta api di wilayah Pekalongan tergenang air. Dampak tersebut memaksa PT KAI membatalkan 124 perjalanan kereta api penumpang.
“KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan, dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari. Proses refund saat ini sudah berjalan dan dimanfaatkan oleh pelanggan,” kata Bobby.
Selain pengembalian tiket, PT KAI juga melakukan service recovery bagi penumpang yang mengalami keterlambatan serta operation recovery untuk memulihkan keandalan prasarana perkeretaapian.
Dalam penanganan darurat, PT KAI telah melakukan peninggian jalur rel setinggi 23 sentimeter. Pekerjaan lanjutan akan dilakukan dengan rencana peninggian hingga maksimal 50 sentimeter sepanjang sekitar 600 meter, termasuk penyesuaian struktur jembatan dan emplasemen yang sebelumnya teridentifikasi mengalami cekungan.
Kementerian Perhubungan memastikan pemantauan kondisi jalur rel dan cuaca dilakukan secara intensif selama 24 jam. Tim prasarana dan sarana perkeretaapian dikerahkan untuk menurunkan genangan air, membersihkan material banjir, serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap konstruksi rel, bantalan, dan jembatan.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono dan Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan.
