Kraksaan, Natmed.id – Pemerintah Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmen penguatan sumber daya manusia berbasis karakter melalui kolaborasi dengan kalangan intelektual Nahdlatul Ulama. Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ saat menghadiri pelantikan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Probolinggo periode 2025–2029.

Pelantikan yang dirangkai talkshow pendidikan bertema “Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan Berbasis Karakter” digelar di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kraksaan, Kamis 18 Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, tokoh NU, akademisi, serta pengurus ISNU dari tingkat pusat hingga daerah.
Prosesi pelantikan dipimpin Pimpinan Pusat ISNU Muhammad Dawud berdasarkan Surat Keputusan PP ISNU tentang susunan kepengurusan PC ISNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2025–2029. Dalam struktur tersebut, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris ditetapkan sebagai Pelindung dan Wakil Bupati Fahmi AHZ sebagai Dewan Pembina.
Ketua PC ISNU Kabupaten Probolinggo Dr. H. Fathur Rozi, menyatakan siap menggerakkan peran sarjana NU untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan ISNU akan fokus pada penguatan keilmuan yang selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“ISNU berkomitmen mengabdikan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan umat dan daerah, terutama dalam bidang pendidikan berbasis karakter,” ujar Fathur Rozi usai menerima SK kepengurusan.
Dewan Ahli PW ISNU Jawa Timur Prof Dr H Fatkul Anam menekankan tantangan pendidikan ke depan tidak cukup dijawab dengan capaian akademik semata. Menurutnya, penguatan moral, karakter, dan nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah harus berjalan seiring.
“ISNU hadir sebagai rumah besar sarjana NU untuk memberi kontribusi pemikiran dalam pendidikan, kesehatan, kebudayaan, hingga kebijakan publik,” kata Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ menegaskan dukungan penuh Pemkab terhadap kiprah ISNU. Ia menilai pelantikan ini menjadi momentum strategis memperkuat peran intelektual NU di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
“Ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi langkah nyata membangun karakter generasi muda agar pembangunan daerah berjalan seimbang antara kemajuan dan nilai moral,” tegas Fahmi.
Fahmi menambahkan, Kabupaten Probolinggo yang memiliki kultur pesantren kuat membutuhkan sinergi pemerintah dan sarjana NU agar kebijakan pembangunan tetap berakar pada nilai keagamaan dan kearifan lokal.
Pelantikan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Mohammad Zubaidi, Ketua Pengadilan Agama Kraksaan Zainal Arifin, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, serta jajaran pengurus ISNU Jawa Timur.
Kegiatan ditutup dengan talkshow dan diskusi interaktif yang membahas strategi peningkatan kualitas pendidikan berbasis karakter. Forum ini diharapkan menjadi langkah awal kontribusi konkret ISNU dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Probolinggo.
