Samarinda

Pembinaan Anak Sejak Dini Menjadi Napas Pawai Ramadan di Samarinda Seberang

Teks: Kabag Kesra Pemkot Samarinda, Syamsunur Saat Memberi Sambutan (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id — Pawai menyambut Ramadan 1447 Hijriah di Kecamatan Samarinda Seberang bukan sekadar arak-arakan tahunan. Di balik barisan anak-anak yang berjalan rapi membawa atribut Islami, ada pesan yang ingin ditegaskan, pembinaan karakter harus dimulai sejak dini.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kota Samarinda Syamsunur menilai pelibatan anak-anak dalam pawai Ramadan adalah bagian dari proses pendidikan jangka panjang. Bukan seremoni musiman, melainkan latihan awal membangun kedekatan generasi muda dengan nilai-nilai keagamaan.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari proses pembinaan jangka panjang bagi anak-anak kita,” ujarnya saat mewakili Wali Kota Samarinda menghadiri pawai di Samarinda Seberang, Selasa 17 Februari 2026.

Menurutnya, ruang-ruang pembiasaan seperti ini akan membentuk karakter anak agar tumbuh dengan akhlak yang kuat dan rasa tanggung jawab sosial. Di tengah derasnya pengaruh digital dan perubahan gaya hidup, pendekatan berbasis kegiatan kolektif keagamaan dinilai tetap relevan sebagai penyeimbang.

Ia juga menyinggung peran Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPMRI) yang selama ini menjadi motor pembinaan remaja masjid. Konsistensi kaderisasi, kata dia, akan menentukan kualitas generasi muda ke depan. Masjid tak boleh hanya ramai saat Ramadan, tetapi hidup sepanjang tahun oleh aktivitas anak dan remaja.

“Kalau sejak kecil mereka sudah dekat dengan masjid, kita tidak khawatir masjid akan sepi di masa depan,” katanya.

Tak hanya soal pembiasaan ibadah, Syamsunur juga mendorong peningkatan kualitas tilawatil Qur’an di tingkat kecamatan. Ia berharap Samarinda Seberang mampu melahirkan kafilah sendiri dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tanpa bergantung pada wilayah lain.

Ia yakin pawai Ramadan ini bisa menjadi titik awal pembinaan yang lebih terarah, mulai dari penguatan baca Al-Qur’an hingga pembentukan mental kompetitif yang sehat. Targetnya prestasi di tingkat kota, provinsi, bahkan nasional.

Ramadan, dalam pandangannya, bukan hanya momentum ibadah personal, tetapi juga ruang membangun fondasi generasi. Harapannya, dari langkah-langkah kecil anak-anak di jalanan Samarinda Seberang, ada harapan besar tentang masa depan yang lebih religius, berkarakter dan berdaya saing.

Related posts

Cerita Zahir Merawat Ribuan Makam di Jalan Abul Hasan

Aminah

Begini Kata Pakar Soal Desain Kemasan yang Mampu Pengaruhi Nilai Produk

Intan

Pastikan Aman Konsumsi, BBPOM Samarinda akan Uji Takjil Selama Ramadan

Sukri

Leave a Comment