Nasional

Pembangunan Kopdes Merah Putih Jalan di Tempat di Sejumlah Daerah

Teks: Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono saat konsolidasi PMO Kopdes/Kel Merah Putih secara daring

Jakarta, Natmed.id – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di sejumlah daerah masih menghadapi berbagai kendala dan belum berjalan optimal. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan konsolidasi dan evaluasi Project Management Officer (PMO) Kopdes/Kel Merah Putih yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) secara daring, Selasa 30 Desember 2025.

Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan bahwa konsolidasi dilakukan untuk memperkuat keselarasan langkah seluruh PMO di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota agar pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih dapat berjalan tertib, terarah, dan akuntabel.

“Konsolidasi ini penting untuk memperkuat keselarasan langkah PMO di pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota agar pengelolaan Kopdes/Kel Merah Putih berjalan tertib, terarah dan akuntabel,” ujar Ferry dalam arahannya.

Dalam kegiatan tersebut, Menkop menerima laporan langsung dari sejumlah PMO daerah terkait perkembangan pembangunan fisik Kopdes/Kel Merah Putih, termasuk kesiapan lahan serta progres pembangunan gudang dan gerai koperasi.

“Saya meminta seluruh PMO untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dengan kepala daerah, Pangdam, kepala dinas, hingga PT Agrinas. Jika ada kendala di lapangan, harus segera diselesaikan agar tidak menghambat percepatan pembangunan,” kata Ferry.

Pengelolaan 83.128 Kopdes/Kel Merah Putih yang didukung 1.104 PMO bukanlah pekerjaan mudah. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, luas wilayah kerja, hingga kompleksitas koordinasi lintas sektor.

“Dalam kondisi tersebut, integritas, disiplin, dan konsistensi PMO menjadi kunci. PMO harus tetap bekerja sesuai ketentuan dan menjunjung tinggi tata kelola yang baik,” tegasnya.

PMO Jambi melaporkan bahwa sebanyak 206 Kopdes/Kel Merah Putih di wilayahnya masih berada dalam tahap pembangunan. Ia menyampaikan bahwa para pengurus koperasi telah mendapatkan pelatihan, namun masih diperlukan penguatan lanjutan, termasuk dalam hal wawasan kebangsaan.

Sementara itu, PMO Papua menyampaikan bahwa progres pembangunan di wilayahnya masih terbatas. Hingga saat ini, baru empat Kopdes/Kel yang memasuki tahap pengerjaan akibat kendala perbedaan struktur biaya dan keterbatasan lahan.

“Setelah empat Kopdes ini selesai, baru dapat ditentukan standar biaya pembangunan yang akan menjadi rujukan untuk wilayah lain di Papua,” ujarnya.

Dari Jawa Timur dilaporkan bahwa pembangunan telah menjangkau 3.762 titik dengan progres sekitar 44 persen. Adapun dari Kalimantan Tengah, Kepala Dinas Koperasi setempat menyampaikan bahwa pembangunan gudang dan gerai Kopdes/Kel telah berlangsung di 173 titik dari total 209 lokasi, meski masih menghadapi kendala akses jalan dan kondisi geografis.

Sementara itu, dari Provinsi Lampung dilaporkan bahwa pendampingan terhadap PMO dan Business Assistant terus dilakukan. Hingga kini, terdapat 718 titik pembangunan yang berjalan, dengan salah satu Kopdes direncanakan akan diresmikan pada 7 Februari 2026.

Melalui konsolidasi dan evaluasi ini, Kementerian Koperasi berharap seluruh PMO dapat memperkuat peran strategisnya dalam mengawal pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih agar target operasional nasional dapat tercapai sesuai rencana.

Related posts

Prabowo Tekankan Berbeda Boleh, Berpecah Jangan

Nediawati

Jokowi Perpanjang PPKM Hingga 30 Agustus

Phandu

Dinsos Probolinggo Gandeng PMII Perkuat Pemberdayaan Sosial Masyarakat

Sahal

Leave a Comment