Jakarta, Natmed.id – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meninjau Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (Diklat PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 Masehi pada hari ke-17 untuk memastikan kesiapan petugas dalam melayani sekitar 221.000 jemaah haji Indonesia.
“Saya harus memastikan bahwa mereka benar-benar siap dan memiliki semangat yang tinggi, karena mereka adalah ujung tombak Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi,” ujar Irfan Yusuf, Senin 26 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Kegiatan ini menjadi penting karena keberhasilan petugas haji menentukan lancarnya operasional penyelenggaraan ibadah haji dan berdampak langsung pada kinerja kementerian secara keseluruhan.
Gus Irfan menekankan bahwa petugas haji terbagi ke dalam tiga daerah kerja (daker), yakni Bandara, Madinah, dan Mekkah, dan akan menjadi perpanjangan tangan negara dalam memberikan pelayanan.
“Insyaallah, seluruh wilayah telah tertata. Mudah-mudahan persiapan yang cukup panjang ini dapat menghasilkan capaian yang lebih baik,” lanjutnya.
Meskipun diklat telah berlangsung sejak 10 Januari 2026, sejumlah pihak menilai masih ada tantangan serius terkait distribusi petugas, manajemen konsumsi, dan kesiapan logistik di lapangan.
Peninjauan ini sekaligus menjadi momen evaluasi, apakah petugas siap menghadapi kompleksitas pelayanan jemaah dengan jumlah yang besar.
“Saya melihat pembagian pola kerja serta pengaturan konsumsi sudah dipersiapkan dengan baik. Insya Allah, dengan persiapan yang lebih matang seperti sekarang ini, kita akan memperoleh hasil yang lebih baik,” kata Gus Irfan.
Peninjauan hari ke-17 diikuti ribuan peserta diklat yang akan bertugas di tiga daker tersebut. Kehadiran Menhaj bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Teguh Dwi Nugroho juga dimaksudkan untuk memberi dorongan semangat dan menegaskan tanggung jawab para petugas sebagai ujung tombak pelayanan.
