Samarinda, Natmed.id – Masjid Nurul Mu’minin, salah satu masjid megah di pusat Kota Samarinda yang dikelola Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi alternatif utama berbuka puasa bagi perantau dan warga yang tidak bisa pulang ke kampung halaman selama Ramadan.

Setiap hari, masjid ini menyediakan iftar dengan menu berbeda dan fasilitas yang mendukung kenyamanan ibadah, termasuk pendingin ruangan, agar para jemaah dapat menunaikan tarawih dengan khusyuk.
Hari pertama puasa Kamis 19 Februari 2026, sejumlah perantau seperti Ira dan Intan memilih Masjid Nurul Mu’minin sebagai tempat berbuka.
Mereka menilai lokasi masjid lebih nyaman, memiliki pendingin udara, dan memungkinkan mereka menunaikan salat Tarawih dengan khusyuk.
“Niatnya datang ke sini supaya lebih mudah tarawih, suasananya juga nyaman, ada AC. Kalau di tempat lain seperti Islamic Center, saya merasa gerah,” ujar Ira.
Mereka datang lebih awal sebelum Magrib agar mendapat tempat duduk dan dapat berbuka puasa dengan tertib.
Intan menambahkan, menu buka puasa setiap hari berbeda, membuat pengalaman iftar lebih menyenangkan. Hari ini, menu yang disediakan adalah sop tulang sapi, disertai hidangan pelengkap dan minuman segar.
“Pelayanan di sini cukup rapi, menu setiap hari bervariasi, jadi pengalaman berbuka terasa lebih nikmat,” kata Intan,” kata Intan.
Tidak hanya perantau, warga setempat seperti Ajahati dari Karang Paci juga memanfaatkan fasilitas buka puasa di masjid ini. Ia menjelaskan bahwa lokasi masjid yang strategis dan dekat dengan tempat tinggal membuatnya lebih praktis.
“Biasanya saya berbuka di rumah, tapi hari ini memilih di sini karena lebih nyaman dan dekat. Bisa langsung Tarawih setelah berbuka,” ujarnya.
Menurut pengamatan di lokasi, Masjid Nurul Mu’minin kerap ramai setiap hari selama Ramadan, namun alur distribusi makanan dan fasilitas yang tersedia mampu mengakomodasi kebutuhan jemaah dengan baik.
Setiap hari, panitia memastikan menu berbeda, menjaga kualitas makanan, dan mengatur distribusi agar tidak menimbulkan kerumunan yang berlebihan.
Buka bersama di Masjid Nurul Mu’minin kini menjadi momen rutin bagi perantau maupun warga Samarinda yang ingin menikmati suasana Ramadan dengan nyaman, aman, dan tetap menjalankan ibadah Tarawih. Para jemaah juga berharap fasilitas seperti ini dapat terus ditingkatkan setiap tahunnya agar pengalaman iftar lebih maksimal.
