Samarinda, Natmed.id – Momentum Ramadan membawa berkah bagi para pelaku usaha kuliner di kawasan Wisata Belanja Ramadan di Halaman GOR Segiri Samarinda. Salah satunya dirasakan Aswar, mahasiswa yang menjalankan usaha kebab dengan nama Dokter Kebab.
Di tengah kesibukannya kuliah, Aswar tetap menjalankan usaha kebab yang telah ia rintis sejak masih duduk di bangku SMA. Selama Ramadan, ia memilih berjualan di kawasan Wisata Belanja Ramadan, sementara lapak utamanya di kawasan Wijaya Kusuma sementara ditutup.
“Aslinya saya jualan di Wijaya Kusuma tapi selama Ramadan tutup dulu, jadi fokus jualan di sini,” ujarnya, Kamis,12 Maret 2026.
Menu utama yang ditawarkan adalah kebab daging sapi dengan dua varian, yakni kebab biasa dan kebab spesial. Perbedaannya terletak pada tambahan isian.
“Kalau yang biasa itu daging sama sayur. Kalau spesial ada tambahan keju sama telur,” katanya.
Harga Dokter Kebab yang dijual relatif terjangkau. Kebab biasa dibanderol Rp20 ribu per porsi, sedangkan kebab spesial Rp25 ribu. Kebab spesial justru menjadi menu yang paling banyak diminati pembeli.
“Paling banyak yang beli yang spesial. Selisihnya cuma lima ribu, jadi orang biasanya sekalian ambil yang lengkap,” ujarnya.
Selain kebab, ia juga menambah menu minuman selama Ramadan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pembeli yang datang berburu takjil.
“Kalau di luar Ramadan biasanya saya jual kebab saja. Tapi di sini saya tambah minuman karena memang lagi bulan puasa,” katanya.
Dibandingkan hari biasa, penjualan selama Ramadan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika di lapak tetapnya di Wijaya Kusuma ia hanya mampu menjual sekitar 25 hingga 30 porsi kebab per hari, di kawasan Wisata Belanja Ramadan jumlahnya bisa berkali lipat.
“Kalau di Wijaya Kusuma sehari paling 25 sampai 30 porsi. Di sini bisa sampai 250 porsi,” ungkapnya.
Pada awal Ramadan, penjualan bahkan sempat mencapai sekitar 300 porsi per hari. Namun jumlah tersebut perlahan menurun memasuki pertengahan hingga akhir Ramadan.
“Awal Ramadan bisa 300-an. Tapi kalau sudah pertengahan biasanya sekitar 150 porsi, apalagi kalau hujan,” katanya.
Untuk membuka lapak di kawasan Wisata Ramadan, Aswar mengaku harus mengeluarkan biaya sewa sekitar Rp5,5 juta selama kurang lebih 25 hari pelaksanaan.
“Biaya stand sekitar Rp5.500.000 untuk 25 hari. Tapi ya sebanding lah dengan ramainya pengunjung,” ujarnya.
Di luar Ramadan, Aswar juga kerap mengikuti berbagai kegiatan bazar atau event untuk memasarkan produknya, mulai dari festival hingga konser musik.
“Kalau ada event bazar atau konser biasanya saya ikut juga. Tergantung jadwal kuliah, kalau tidak bentrok ya saya ikut jualan,” katanya.
Meski usaha kebabnya terus berkembang, Aswar mengaku tidak memasang target besar. Ia hanya berharap usahanya bisa terus berjalan.
“Harapannya yang penting lancar saja. Tidak perlu besar-besar, yang penting usaha ini bisa panjang umur,” ujarnya.
Selain melayani pembeli langsung di lokasi, Aswar juga menerima pesanan melalui aplikasi layanan pesan antar maupun melalui pemesanan langsung.
“Kalau lewat aplikasi biasanya ada di Gojek. Tapi kalau pesan langsung lewat WhatsApp harganya tetap normal,” katanya.
