Kalimantan Timur

KTIFEST 2025 Gubernur Ajak Warga Doakan Keberkahan Kaltim

Teks:

Samarinda, Natmed.id – Rangkaian Kalimantan Timur Islamic Festival: Doa dan Selawat Akhir Tahun 2025 (KTIFEST) yang telah berlangsung selama empat hari, 28-31 Desember 2025 resmi ditutup. Di hadapan ribuan jemaah yang baru saja menunaikan salat Isya dan salat Taubat berjemaah, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyampaikan pesan menyentuh tentang pentingnya kekuatan doa dalam mengawal pembangunan daerah.


Penutupan festival religi di Kaltim ini menjadi ajang refleksi massal bagi warga Bumi Etam. Rudy Mas’ud yang hadir di tengah-tengah jemaah menekankan bahwa spiritualitas adalah napas utama dalam menjalankan roda pemerintahan dan kemasyarakatan.

Ia mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas segala pencapaian di tahun 2025 dan memohon perlindungan total untuk tahun-tahun mendatang.

Rudy Mas’ud merinci beberapa poin krusial yang menjadi harapan besarnya bagi Kalimantan Timur.

Hal utama yang ia tekankan adalah keselamatan dan perlindungan dari segala bentuk marabahaya yang mungkin mengancam daerah.

“Yang pertama adalah agar Kalimantan Timur senantiasa bisa diberkahi keselamatan, dijauhkan dari bencana dan dijauhkan dari segala musibah,” ungkap Rudy.

Gubernur juga menyoroti pentingnya harmoni sosial. Ia menginginkan agar masyarakat Kaltim tetap teguh dalam persatuan, saling menjaga, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan di tengah dinamika pembangunan yang kian pesat.

“Yang kedua, agar masyarakat dan rakyat di Kaltim ini damai, saling menghormati, dan saling menyayangi. Yang ketiga, agar setiap perjuangan yang kita lakukan, insyaallah membawa kemanfaatan, keberkahan untuk rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rudy mendoakan agar seluruh masyarakat Kalimantan Timur dilimpahkan kesehatan, umur yang berkah, serta kelapangan rezeki.

Ia memberikan perhatian khusus pada aspek keamanan dan kenyamanan wilayah, sembari menitipkan harapan besar bagi kualitas moral generasi penerus.

“Kita memohon agar Allah SWT melimpahkan keberkahan umur dan kesehatan, ketenangan, kenyamanan, serta keamanan di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Dilapangkan rezeki dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, serta diberikan kekuatan iman dan akhlak bagi generasi muda kita,” tuturnya.

Memasuki gerbang tahun 2026, Rudy Mas’ud meminta warga untuk meninggalkan segala hal negatif di tahun yang lalu dan melangkah dengan semangat baru yang ia sebut sebagai fastabiqul khairat.

“Kita jadikan momentum akhir tahun ini sebagai titik awal untuk melangkah ke tahun 2026 dengan hati yang bersih, hati yang lapang, niat yang lurus, dan yang paling utama adalah semangat untuk berbuat kebaikan yang lebih besar yakni berlomba-lomba di jalan kebajikan,” tegas Gubernur.

Rudy optimis bahwa dengan landasan spiritual yang kuat, Kalimantan Timur akan bertransformasi menjadi daerah yang makmur dan berani.

Ia menutup sambutannya dengan visi besar tentang baldatun tayibatun warrabun ghafur—sebuah negeri yang baik, makmur, dan penuh ampunan Tuhan—sebagai jalan lapang menuju Generasi Emas.

“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi Kalimantan Timur, memberkahi setiap langkah pembangunan, serta menjadikan era kita sebagai baldatun tayibatun warrabun ghafur yang kita harapkan bisa menjadikan Kaltim menuju Generasi Emas,” pungkasnya.

Acara penutupan KTIFEST 2025 ini diakhiri dengan gema selawat yang membubung tinggi, menandai tekad masyarakat Kalimantan Timur untuk menjaga nilai-nilai spiritualitas dalam menyongsong pergantian tahun.

Related posts

Pemprov Kaltim Akan Lakukan Normalisasi Sungai Karang Mumus

Nediawati

Demi Pilkada Damai, Akmal Malik Ajak Pemda dan Ormas Bersinergi

Intan

Pemprov Kaltim Gelar Penilaian Camat Berprestasi 2023

Laras