Samarinda, Natmed.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang bagi mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga komunitas kepemudaan untuk memanfaatkan fasilitas yang dimiliki lembaga tersebut sebagai ruang diskusi dan kegiatan literasi demokrasi.
Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Kaltim Asmadi mengatakan fasilitas podcast yang baru disiapkan tidak hanya digunakan untuk produksi konten internal KPU, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang dialog publik mengenai isu demokrasi dan kepemiluan.
Mahasiswa seringkali mengalami kesulitan mencari tempat untuk menyelenggarakan diskusi publik atau debat, sehingga KPU berupaya membuka akses ruang tersebut sebagai bagian dari pendekatan kepada masyarakat.
“Kalau mahasiswa mau melakukan diskusi atau debat publik dan kesulitan mencari tempat, kami di KPU Kaltim siap memfasilitasi. Tidak hanya podcast, kami juga punya aula yang bisa menampung ratusan orang,” ujar Asmadi kepada awak media, Sabtu 7 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya KPU mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman publik mengenai demokrasi.
“Saya sebagai divisi partisipasi masyarakat memang ingin melakukan pendekatan jemput bola. Kalau ada mahasiswa atau komunitas yang ingin menggunakan tempat untuk kegiatan diskusi atau edukasi demokrasi, silakan saja,” katanya.
Asmadi menyebut selama ini masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh peran dan aktivitas KPU di luar penyelenggaraan pemilu. Karena itu, membuka ruang interaksi dinilai penting untuk memperkuat literasi demokrasi.
“Kadang masyarakat juga masih bertanya, KPU itu apa sih? Nah, melalui kegiatan seperti ini kita ingin mereka lebih mengenal lembaga penyelenggara pemilu,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan fasilitas tersebut tidak dipungut biaya. Namun pihak yang ingin memanfaatkan ruang podcast atau aula KPU diminta tetap menyampaikan permohonan secara resmi kepada KPU Kaltim.
“Fasilitas ini gratis. Yang penting bersurat saja supaya kami bisa mengatur jadwalnya. Kalau ada kegiatan mahasiswa, BEM atau organisasi lainnya, kita siap membantu,” ujarnya.
Selain untuk kegiatan diskusi publik, Asmadi juga membuka kemungkinan bagi mahasiswa yang ingin berkonsultasi terkait mekanisme penyelenggaraan pemilihan, termasuk pemilihan organisasi kemahasiswaan seperti pemilihan presiden BEM.
“Kalau mahasiswa ingin konsultasi soal mekanisme pemilihan, misalnya pemilihan presiden BEM atau teknis pemungutan suara, kami juga siap membantu memberikan penjelasan,” katanya.
Namun demikian, setiap keputusan terkait pemanfaatan fasilitas tetap dibahas secara kolektif oleh pimpinan KPU Kaltim yang terdiri dari lima komisioner.
“Di KPU itu prinsipnya kolegial kolektif. Jadi kalau ada permintaan penggunaan fasilitas, tetap akan kami bahas bersama pimpinan,” ujarnya.
Asmadi juga mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu alasan KPU memaksimalkan fasilitas yang sudah ada, termasuk melalui pemanfaatan ruang podcast sebagai media komunikasi publik yang lebih efisien.
“Setelah pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024, anggaran kegiatan tentu lebih terbatas. Jadi kita harus mencari cara yang lebih efisien untuk melakukan sosialisasi, salah satunya melalui media podcast ini,” jelasnya.
Produksi podcast di KPU Kaltim tidak dibatasi secara ketat dalam hal frekuensi. Selama ada agenda diskusi yang relevan dengan isu demokrasi, ruang podcast dapat digunakan.
“Kalau ada agenda diskusi, bahkan dalam satu hari bisa saja tiga atau empat kegiatan podcast. Nanti tinggal kita atur jadwal dan proses pengunggahan kontennya,” kata Asmadi.
Konten podcast tersebut nantinya akan disiarkan melalui platform digital milik KPU Kaltim, termasuk kanal YouTube resmi lembaga tersebut. Untuk mendukung produksi konten, tim teknis seperti editor dan pengelola media juga telah disiapkan.
“Kita sudah siapkan peralatannya, termasuk tim untuk editing dan pengelolaan konten. Jadi tinggal memanfaatkan saja fasilitas yang ada,” pungkasnya.
