Pasuruan, Natmed.id – Pemerintah Kota Pasuruan menggelar kirab budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-340, Minggu 8 Febuari 2026, sekaligus memperkenalkan busana khas Suro Wiro Aji Busono sebagai simbol identitas dan kebanggaan masyarakat.

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menegaskan peringatan hari jadi menjadi momentum memperkuat jati diri daerah di tengah perkembangan pembangunan. “Hari jadi ini bukan sekadar perayaan, tetapi pengingat agar kemajuan kota tetap berpijak pada sejarah dan budaya,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Kirab dimulai dari halaman Kantor Pemerintah Kota Pasuruan menuju Taman Harmoni dengan melibatkan ratusan peserta. Barisan peserta terdiri dari wali kota, wakil wali kota, anggota DPRD, kepala perangkat daerah, organisasi masyarakat, hingga kelompok seni yang menampilkan beragam atraksi budaya.
Adi Wibowo menjelaskan peluncuran busana Suro Wiro Aji Busono menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas daerah. Ia mengatakan simbol tersebut mencerminkan karakter masyarakat yang berani serta menjunjung nilai kebersamaan dalam kehidupan sosial.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan Dyah Ermitasari menyampaikan busana khas tersebut dirancang untuk memperkaya kekayaan budaya lokal. Menurut dia, pemerintah berupaya menghadirkan simbol yang dapat digunakan dalam berbagai kegiatan resmi maupun budaya.
“Busana ini diharapkan menjadi lambang kebanggaan warga sekaligus memperkuat citra budaya Kota Pasuruan,” kata Dyah Ermitasari.
Warga yang menyaksikan kegiatan tampak memenuhi sejumlah titik sepanjang rute kirab. Salah satu warga, Nur Aini mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung kekayaan tradisi daerah.
Ia menilai keterlibatan berbagai unsur menunjukkan adanya kepedulian bersama dalam menjaga warisan budaya. Menurutnya, kegiatan seperti ini juga membantu generasi muda mengenal identitas daerahnya.
Pemerintah Kota Pasuruan menyatakan kirab budaya menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-340, dengan harapan dapat memperkuat kebersamaan masyarakat serta mendorong pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.
