Samarinda, Natmed.id – Arus mudik melalui jalur laut di Pelabuhan Samarinda mulai melandai menjelang Lebaran 2026, Rabu 18 Maret 2026, aktivitas penumpang terpantau lebih lengang dibanding beberapa hari sebelumnya, seiring telah lewatnya puncak keberangkatan.

Pelaksana Harian Kepala KSOP Kelas I Samarinda Ridha Rengreng menyampaikan bahwa puncak arus mudik terjadi lebih awal, yakni pada H-5 kemarin setelah itu, jumlah penumpang yang berangkat terus mengalami penurunan.
“Puncaknya di H-5 kemarin hari Minggu. Setelah itu sudah ada penurunan, sampai hari ini juga turun,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Samarinda.
Penurunan arus mudik tahun ini juga dipengaruhi oleh terbukanya sejumlah pelabuhan alternatif dengan tujuan yang sama, khususnya ke wilayah Sulawesi. Kondisi tersebut membuat distribusi penumpang tidak lagi terpusat di Samarinda.
“Kalau dibandingkan tahun 2025, tahun ini ada penurunan. Karena sekarang ada beberapa pelabuhan dengan tujuan sama, jadi bisa mengurai penumpang,” jelasnya.
Kapal Queen Soya menjadi pelayaran terakhir jelang Lebaran dengan tujuan Parepare, Sulawesi Selatan. Sementara itu, satu kapal lainnya, Prince Soya dijadwalkan berlayar pada 22 Maret 2026 setelah Lebaran dengan rute serupa.
Ridha memastikan seluruh penumpang yang telah terdaftar dapat terangkut dengan baik tanpa ada yang tertinggal. Bahkan, dalam kondisi tertentu, pihak pelabuhan masih mengakomodasi kendaraan penumpang meskipun bukan menjadi prioritas layanan.
“Alhamdulillah semua terangkut, tidak ada yang tertinggal, termasuk kendaraan. Walaupun sebenarnya tidak diperbolehkan, tapi karena kondisi penumpang normal, masih bisa diakomodasi,” katanya.
Dari sisi fasilitas, ia mengklaim terdapat peningkatan layanan di Pelabuhan Samarinda pada tahun ini. Perbaikan dilakukan bersama para pemangku kepentingan, termasuk pengelola pelabuhan, guna memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang.
“Kalau fasilitas pasti ada peningkatan, terminal penumpang dan akses masuk sudah lebih baik dan memenuhi standar, jadi penumpang bisa lebih nyaman,” ucapnya.
Meski demikian, kondisi arus mudik yang lebih landai ini tidak sepenuhnya mencerminkan peningkatan layanan. Penurunan jumlah penumpang juga menjadi indikasi adanya pergeseran pilihan moda dan titik keberangkatan, yang kini tidak lagi terpusat di satu pelabuhan.
