National Media Nusantara
Ekonomi

Harga Cabai Rawit di Kaltim Tembus Rp80 Ribu

Samarinda, Natmed.id – Harga cabai rawit merah di Kalimantan Timur (Kaltim) melonjak signifikan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, dengan harga tertinggi mencapai Rp80.000 per kilogram (kg) di Kabupaten Mahakam Ulu.

Teks: Kepala Bidang Perdagangan DPPKUKM Kaltim Ali Wardana

Pemerintah Provinsi Kaltim memastikan sedang menyiapkan langkah intervensi untuk meredam gejolak yang dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas harga kebutuhan pokok lainnya.

Kepala Bidang Perdagangan DPPKUKM Kaltim Ali Wardana mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai rawit terjadi merata di seluruh kabupaten dan kota.

Berdasarkan data per 11 Desember 2025, rata-rata harga provinsi berada di angka Rp64.704 per kg atau naik 17,89 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

“Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Mahakam Ulu yang mencapai Rp80.000 per kg, sedangkan harga terendah berada di Kutai Barat sekitar Rp55.000 per kg,” jelas Ali dalam konferensi pers di Kantor Diskominfo Kaltim, Jumat, 12 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa sejumlah komoditas bumbu dapur lainnya juga mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan. Salah satunya bawang merah, yang kini berada pada rata-rata Rp53.672 per kg atau naik 18,47 persen. Lonjakan harga ini, menurut Ali, perlu segera direspons pemerintah agar tidak memicu inflasi pangan yang lebih luas.

“Kami terus memperkuat pemantauan melalui SP2KP dan menyiapkan intervensi apabila tren kenaikan harga terus berlanjut tanpa koreksi,” tegasnya.

Teks: Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Siti Farisya Yana

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Siti Farisya Yana menjelaskan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab utama terganggunya pasokan cabai. Musim hujan memperlambat masa petik dan distribusi sehingga suplai tidak stabil.

“Musim hujan berdampak pada masa petik petani, sehingga suplai cabai tidak selalu stabil. Ini yang menyebabkan fluktuasi harga,” ujarnya.

Meski harga cabai naik, Yana memastikan bahwa stok pangan strategis seperti beras tetap aman hingga memasuki tahun 2026. Cadangan beras pemerintah daerah, ditopang oleh distribusi Bulog dan koordinasi lintas sektor, mampu menjaga stabilitas pasokan.

“Penyiapan dan tata kelola stok sudah di-maintain sedemikian rupa. Pemerintah pusat hingga desa memahami siklus kebutuhan tahunan,” katanya.

Sebagai langkah pengendalian, Pemprov Kaltim mengintensifkan Gerakan Pangan Murah yang hingga 11 Desember 2025 telah dilaksanakan 482 kali di seluruh daerah. Subsidi distribusi juga diberikan untuk menekan disparitas harga antarwilayah. Balikpapan yang menerima dukungan Rp600 juta dari Bapanas untuk distribusi 100 ton bahan pokok.

Pemerintah mengimbau masyarakat tidak panic buying. “Stok aman, distribusi dipantau setiap hari. Tidak perlu khawatir,” pungkas Yana.

Related posts

Pemkot Pastikan Bantuan Sembako Daerah Juli–September Tersalur ke Warga Pasuruan

Sahal

GP Ansor Kabupaten Kota Ikuti Pendampingan UMKM

Febiana

Kaltim Maksimalkan Potensi Ekonomi Kreatif Lewat Pendampingan dan Promosi UKM

Aminah

You cannot copy content of this page