Samarinda

GBN-MI Targetkan Aksi Nyata Kader di Tingkat Kelurahan hingga RT

Teks: Foto Bersama Pengurus dan Peserta Rapat Pimpinan (Rapim) GBN-MI Kota Samarinda (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) Kalimantan Timur menargetkan peran kadernya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi hadir langsung di tingkat kelurahan hingga RT untuk terlibat dalam persoalan sosial, keamanan, pendidikan, dan pembangunan daerah.

Teks: Ketua DPP GBN-MI Kaltim Rustam Rumoro menyampaikan arahan saat Pembukaan Rapim GBN-MI Kota Samarinda (Natmed.id/Aminah)

Penegasan itu disampaikan Ketua DPP GBN-MI Kalimantan Timur (Kaltim) Rustam Rumoro saat pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) GBN-MI Kota Samarinda yang digelar di Aula Kodim 0901 Mulawarman Sabtu 14 Februari 2026.

Rustam menegaskan keberadaan GBN-MI harus memberi kontribusi nyata bagi pemerintah daerah, bukan sekadar simbol atau atribut organisasi.

“Kita hadir bukan hanya sebagai slogan atau pakaian yang dikenakan. Yang paling penting adalah apa kontribusi nyata yang bisa kita berikan untuk pemerintah daerah, khususnya Kota Samarinda,” tegas Rustam.

Ia menyebut GBN-MI dibentuk sebagai wadah kader bela negara yang telah mengikuti pembinaan dan pelatihan dari Kementerian Pertahanan maupun pemerintah daerah, sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat aktif dalam program pembangunan.

Menurutnya, kader GBN-MI harus siap secara fisik dan psikis untuk mendukung ketahanan nasional serta membantu mengatasi potensi gangguan sosial di tengah masyarakat.

“Gerakan Bela Negara ini harus menjadi pemadam, bukan pemicu. Hadir saat ada masalah sosial, bukan menambah persoalan,” ujarnya.

Rustam juga mendorong seluruh pengurus GBN-MI di tingkat kota dan kecamatan untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta Kesbangpol agar setiap kegiatan berjalan sesuai aturan dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Ia menambahkan, struktur organisasi GBN-MI telah terbentuk dari tingkat pusat hingga daerah, bahkan hingga tingkat kelurahan dan RT, sehingga tidak ada alasan bagi kader untuk pasif.

“Organisasi ini legal dan terstruktur. Tugas kita sekarang adu program, bukan adu simbol. Berikan yang terbaik untuk Kaltim dan Kota Samarinda,” katanya.

Teks: Ketua DPK GBN-MI Kota Samarinda Makmur Ratno Jaya saat sambutan pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) GBN-MI Kota Samarinda (Natmed.id/Aminah)

Sementara itu, Ketua DPK GBN-MI Kota Samarinda Makmur Ratno Jaya (Maraja) menyatakan Rapim menjadi momentum konsolidasi kelembagaan untuk mempercepat pembentukan perangkat organisasi di tingkat bawah.

Ia menyebut GBN-MI Samarinda tengah menyiapkan program kerja yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari pengabdian sosial, penguatan nilai kebangsaan, hingga kolaborasi dalam isu keamanan dan pembangunan berkelanjutan.

“Kita tidak ingin gerakan ini hanya terlihat indah dalam forum, tapi benar-benar terasa manfaatnya di tengah masyarakat Samarinda,” kata Maraja

Ia juga menyinggung tantangan sosial yang semakin kompleks seiring pertumbuhan kota dan dampak pembangunan, termasuk kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), yang menurutnya membutuhkan peran aktif elemen masyarakat sipil.

Melalui Rapim tersebut, GBN-MI Samarinda diharapkan mampu merumuskan program jangka pendek, menengah, dan panjang yang konkret, sekaligus memperkuat peran kader bela negara sebagai mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah.

Related posts

Dampak Covid-19, Wali Kota Samarinda Gratiskan Dua Bulan Tagihan PDAM

natmed

Probebaya dan Reses DPRD Percepat Realisasi Usulan Warga Samarinda Ilir

Aminah

DP2PA Luncurkan Aplikasi SOPPA: Pelaporan Kekerasan Perempuan dan Anak Kini Cukup Lewat Gawai

Sukri

Leave a Comment