Probolinggo, Natmed.id – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Festival Anak bertema My Day, My Rights (Hariku, Hakku) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kedopok, Minggu 14 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian peringatan Hari Anak Sedunia sekaligus penguatan komitmen sebagai Kota Layak Anak.

Acara dihadiri Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin, jajaran Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, Ketua TP PKK dr Evariani, serta pejabat perangkat daerah terkait.
Ratusan anak dari berbagai satuan pendidikan dasar negeri dan swasta, komunitas olahraga, Kampung Ramah Anak Kelurahan Tisnonegaran (Mardi Budoyo), komunitas satwa, hingga perwakilan YAMI turut ambil bagian dalam festival tersebut.
Sejumlah penampilan ditampilkan anak-anak, mulai lomba mewarnai, tari kreasi siswa SD Kristen Syalom Education Center, pencak silat NU, hingga karawitan anak Kampung Ramah Anak Tisnonegaran yang membawakan lagu tradisional.
Kepala Dinsos P3A Kota Probolinggo Madihah mengatakan festival ini bertujuan memastikan pemenuhan hak anak sekaligus memberi ruang aman untuk berekspresi. Menurutnya, peringatan Hari Anak Sedunia harus dimaknai sebagai momentum perlindungan berkelanjutan.
“Setiap anak memiliki hak atas pendidikan, kesehatan, perlindungan, serta kebebasan menyampaikan pendapat. Kegiatan ini bukan seremoni, tetapi ajakan untuk mendengar suara dan harapan anak,” kata Madihah.
Ia menambahkan, RTH Kedopok diperkenalkan sebagai ruang edukatif yang ramah anak, sekaligus sarana pembelajaran lingkungan dan area bermain yang aman di Kota Probolinggo.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr Evariani mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam penyelenggaraan festival. Ia menilai ruang kreativitas anak perlu terus diperluas agar potensi dan karakter tumbuh seimbang.
“Anak-anak adalah amanah. Pemerintah akan terus membuka ruang pendampingan agar mereka berani menampilkan bakat, tumbuh disiplin, dan percaya diri,” ujarnya.
Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin menegaskan bahwa pemenuhan hak anak menjadi prioritas pembangunan daerah. Ia menyebut predikat Kota Layak Anak harus dibarengi kebijakan yang nyata dan berkelanjutan.
“Kota Probolinggo tidak hanya meraih predikat Kota Layak Anak Utama, tetapi juga bergerak menuju kota yang inklusif. Hak anak tidak boleh dibatasi,” tegas Aminuddin.
Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan RTH Kedopok sebagai taman bermain edukatif dengan penambahan wahana ramah anak. Wali kota berpesan agar anak-anak mengurangi penggunaan gawai dan memperbanyak aktivitas belajar serta bermain sehat.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan komitmen melalui cap jari yang dipimpin Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota dan Ketua TP PKK, diikuti Pj Sekda dan jajaran. Wali Kota Aminuddin turut membaur dalam kegiatan colour fun bersama anak-anak.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah lomba estafet pelangi dan lubang harapan, dilanjutkan lempar bubuk warna-warni sebagai puncak acara. Pemkot Probolinggo memastikan festival anak akan menjadi agenda rutin dalam mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak di daerah.
