Ekonomi

CFN Kesuma Bangsa Berhasil Dongkrak UMKM dan Hidupkan Ruang Publik Samarinda

Teks: Suasana Car Free Night di jl Kesuma Bangsa Samarinda. (Ist)

Samarinda, Natmed.id – Program Car Free Night (CFN) di Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, mulai mendapat respons positif dari berbagai pihak. Selain menghadirkan ruang publik baru bagi masyarakat, kebijakan yang digelar setiap Sabtu malam itu dinilai mulai memberi dampak nyata terhadap geliat UMKM dan aktivitas ekonomi warga.

Teks: Anggota Komisi II DPRD Samarinda Viktor Yuan saat wawancara (Natmed.id/Aminah)

Anggota Komisi II DPRD Samarinda Viktor Yuan mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Samarinda yang menghadirkan CFN sebagai ruang hiburan sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kita apresiasi program dari Pak Wali bersama instansi terkait. Dampaknya sangat terasa terhadap UMKM-UMKM yang ada di Samarinda,” ujar Viktor, Kamis 7 Mei 2026.

Antusiasme masyarakat yang memadati kawasan depan Gor Segiri setiap Sabtu malam menunjukkan kebutuhan warga terhadap ruang publik yang lebih terbuka, aman, dan nyaman.

“Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat dilibatkan dan menjadi ajang yang seru untuk warga yang hadir. Orang jadi berjalan kaki, berkumpul, menikmati suasana malam di kota,” katanya.

Viktor menilai ramainya kawasan CFN juga menjadi indikator bahwa konsep tersebut diterima masyarakat. Bahkan, kata dia, aktivitas di kawasan itu ramai diperbincangkan warga karena suasana yang berbeda dibanding biasanya.

“Semalam itu ramai sekali dibicarakan masyarakat karena memang penuh dan hidup. Artinya dampaknya bagus,” ujarnya.

CFN Kesuma Bangsa resmi digelar rutin setiap Sabtu malam sejak 18 April 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WITA di sepanjang Jalan Kesuma Bangsa, tepatnya di depan Gor Segiri.

Selama kegiatan berlangsung, ruas jalan ditutup sementara untuk kendaraan bermotor dan dialihkan menjadi kawasan pedestrian, pusat kuliner UMKM, hiburan rakyat, hingga ruang santai keluarga.

Kebijakan ini diinisiasi Dinas Perhubungan Samarinda sebagai upaya memperluas ruang publik sekaligus mengurangi kepadatan dan emisi kendaraan di pusat kota.

Selain itu, kawasan tersebut juga langsung terhubung dengan kegiatan Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi pukul 06.00 hingga 10.00 Wita, sehingga aktivitas masyarakat di kawasan itu berlangsung hampir sepanjang akhir pekan.

Viktor menyebut inovasi seperti CFN penting bagi Samarinda sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Menurutnya, kota dengan aktivitas ekonomi tinggi membutuhkan ruang interaksi sosial yang sehat sekaligus mendukung perputaran ekonomi masyarakat kecil.

“Kota Samarinda ini penyumbang ekonomi Kalimantan Timur. Jadi memang sangat butuh inovasi-inovasi seperti ini,” ucapnya.

Ia menilai dampak terbesar dari kegiatan tersebut justru dirasakan pelaku UMKM yang mendapat ruang baru untuk berjualan dan menjangkau masyarakat lebih luas.

“Dan inovasi itu sangat berharga sekali untuk masyarakat di bawah,” tegas Viktor.

Related posts

Dari Kayu Kalimantan, Menggeris Hadirkan Jam Tangan Kelas Internasional

Aminah

Harga Cabai Rawit di Kaltim Tembus Rp80 Ribu

Aminah

Jelang Nataru, Pemkot Samarinda Monitor Ketat Harga Cabai dan Bawang Merah

Sukri