Samarinda, Natmed.id – Pemerintah Kecamatan Samarinda Utara bersiap memperjuangkan dan mengawal aspirasi masyarakat dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Samarinda Tahun 2027.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Arutala Ballroom Bapperida Kota Samarinda ini menjadi momentum krusial bagi penentuan arah pembangunan di wilayah utara Kota Samarinda.
Camat Samarinda Utara Mohamad Joni menegaskan bahwa pihaknya tidak sekadar membawa daftar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak yang telah disaring secara ketat melalui proses panjang dari tingkat kelurahan hingga kecamatan.
Joni mengungkapkan bahwa sektor infrastruktur masih menjadi usulan yang paling mendominasi. Hal ini mencerminkan dinamika wilayah Samarinda Utara yang terus berkembang namun masih memerlukan sentuhan pembangunan fisik yang masif.
“Skala prioritas sudah terbentuk di Musrenbang Kecamatan Samarinda Utara. Besok tinggal dipaparkan dan diperjuangkan dengan argumen-argumen yang kuat agar usulan ini bisa diterima oleh OPD terkait. Kita ingin memastikan apa yang menjadi keluhan warga di tingkat kecamatan mendapatkan atensi di tingkat kota,” ujar Joni saat diwawancara pada Rabu, 1 April 2026.
Joni merincikan bahwa dari total usulan yang masuk, pihaknya telah mengerucutkan menjadi 20 usulan prioritas yang terbagi ke dalam tiga pilar utama pembangunan.
Mulai dari sektor infrastruktur terdapat 10 usulan prioritas utama. Selain itu untuk sektor sosial dan sektor ekonomi terdapat masing-masing 5 usulan.
“Untuk infrastruktur ada 10 skala prioritas, kemudian untuk sosial ada 5, dan ekonomi 5. Jadi seluruhnya ada 20 usulan yang akan kita perjuangkan semuanya. Sepuluh poin di infrastruktur itu adalah yang paling mendesak untuk segera direalisasikan,” tambahnya.
Menyadari bahwa kemampuan fiskal daerah memiliki keterbatasan, Joni menekankan pentingnya strategi komunikasi dan argumentasi saat berhadapan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Menurutnya, pemaparan yang akan dilakukan pada hari berikutnya merupakan ujian untuk membuktikan kelayakan usulan tersebut.
Sesuai jadwal yang ditetapkan panitia, Kecamatan Samarinda Utara akan naik panggung pada sesi pertama untuk membedah rincian program mereka.
“Besok ada dua sesi, dan Samarinda Utara kena sesi pertama jam 08.30 Wita di sini lagi. Kami menyadari adanya keterbatasan dari faktor pendanaan Pemerintah Kota Samarinda, namun semaksimal mungkin kita perjuangkan agar usulan tersebut diterima,” jelas Joni.
Pihak Kecamatan berharap agar tim verifikasi dan OPD terkait dapat melihat urgensi dari setiap usulan yang diajukan. Joni optimistis, dengan sinkronisasi data yang akurat dan urgensi di lapangan, pembangunan di Samarinda Utara pada tahun 2027 dapat lebih inklusif dan menyentuh aspek ekonomi serta sosial, selain fokus pada perbaikan jalan dan drainase.
“Tujuan kita satu, bagaimana usulan-usulan masyarakat yang sudah kita godok di tingkat bawah ini tidak hilang di tengah jalan, tetapi benar-benar masuk dalam rencana kerja pemerintah kota tahun 2027 mendatang,” pungkasnya.
