Samarinda, Natmed.id – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur meminta seluruh RSUD tetap membuka layanan poliklinik hingga hari Sabtu.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menegaskan rumah sakit milik pemerintah tidak boleh kaku dalam mengatur waktu pelayanan. Menurutnya, kepentingan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibandingkan batasan jam kerja administratif.
“Saya meminta akses pelayanan untuk poli di hari Sabtu sebaiknya dibuka,” ujar Jaya Mualimin Jumat 6 Februari 2026.
Selama ini layanan poliklinik pada hari Sabtu maupun di luar jam kerja reguler lebih banyak disediakan rumah sakit swasta. Sementara RSUD justru kerap tutup, sehingga masyarakat kesulitan mengakses dokter spesialis dan akhirnya menumpuk pada hari Senin.
Ia memastikan pembukaan layanan poliklinik di hari Sabtu maupun malam hari tetap dapat menggunakan jaminan kesehatan, termasuk BPJS Kesehatan. Dinkes Kaltim, kata dia, akan mengoordinasikan skema pembiayaan agar layanan tersebut tetap terjamin secara administratif.
“Nanti akan kita bantu koordinasikan bagaimana BPJS Kesehatan bisa mengampu terkait dengan waktu layanan di rumah sakit daerah tersebut,” katanya.
Selain pengaturan jam layanan, Jaya juga memaparkan perubahan sistem klasifikasi rumah sakit. Saat ini, pengelompokan RSUD berdasarkan kelas A, B, atau C mulai ditinggalkan dan diganti dengan standar berbasis kompetensi layanan.
Berdasarkan kebijakan terbaru, setiap rumah sakit wajib memenuhi 24 kompetensi pelayanan kesehatan, mulai dari tingkat dasar hingga paripurna, guna memastikan kualitas layanan yang merata bagi pasien di seluruh daerah.
“Sekarang tidak ada lagi pengotakan rumah sakit menggunakan kelas A, B, atau C. Semua rumah sakit berjalan sesuai kompetensinya,” jelas Jaya.
Ia menambahkan, penguatan layanan harus dimulai dari kebutuhan paling mendasar, terutama ketersediaan layanan spesialis anak, penyakit dalam, bedah, dan kebidanan.
Dengan perluasan jam layanan dan standar kompetensi tersebut, Pemprov Kaltim berharap tidak ada lagi warga yang terlambat mendapatkan penanganan medis hanya karena poliklinik tutup di akhir pekan.
“Kita berharap akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan tidak dibatasi,” pungkas Jaya.
