Samarinda

Angka Kecelakaan Menurun Selama Libur Lebaran di Kota Tepian

Teks: Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad Saat Diwawancara Pada Selasa,24/3/26 (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Menjelang penutupan resmi Operasi Ketupat 2026, Satlantas Polresta Samarinda merilis laporan evaluasi komprehensif terkait situasi keamanan dan keselamatan jalan raya di wilayah hukum Kota Tepian.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga tiga hari pasca-Lebaran, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Samarinda menunjukkan tren positif dengan penurunan jumlah kejadian dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kasatlantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo Fuad mengungkapkan bahwa hingga tanggal 24 Maret 2026, tercatat hanya terjadi empat insiden kecelakaan di wilayah Samarinda.

Angka ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan catatan tahun lalu yang menyentuh angka lima kejadian pada periode operasi yang sama.

“Selama Operasi Ketupat, peristiwa laka lantas yang ada di wilayah Kota Samarinda hanya empat kejadian ya. Tahun lalu sekitar lima. Kita masih menunggu besok tanggal 25 Maret itu berakhirnya operasi, nanti kita evaluasi kembali secara menyeluruh,” ujar Kompol La Ode saat memberikan keterangan pada Selasa, 24 Maret 2026.

Meskipun statistik menunjukkan perbaikan, Kompol La Ode memberikan penekanan khusus pada faktor kelelahan pengemudi yang sering kali menjadi pemicu utama kecelakaan fatal. Terutama saat arus balik di mana konsentrasi pengemudi cenderung menurun setelah menempuh perjalanan jauh.

Dia mengimbau dengan sangat tegas agar para pemudik tidak meremehkan kondisi fisik mereka demi mengejar waktu sampai ke tujuan.

“Kami berharap kepada masyarakat Kota Samarinda tetap berhati-hati dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas dalam berkendara. Kemudian, apabila merasa capek atau ingin beristirahat, ya silakan istirahat. Jangan pernah memaksakan membawa kendaraan dalam kondisi fisik yang tidak prima,” tegasnya.

Penurunan angka kecelakaan ini juga merupakan buah dari pengamanan ketat yang melibatkan sekitar 50 personel gabungan, mulai dari Satlantas Polresta Samarinda hingga jajaran Polsek di seluruh titik wilayah.

Personel ini tidak hanya fokus pada pengaturan lalu lintas di titik macet seperti Jembatan Achmad Amins dan kawasan Big Mal, tetapi juga aktif melakukan patroli pengawasan di jalur-jalur rawan laka.

Evaluasi final akan segera dilakukan setelah Operasi Ketupat 2026 berakhir untuk memetakan titik-titik rawan baru sebagai bahan referensi pengamanan lalu lintas di masa mendatang agar angka fatalitas di jalan raya dapat terus ditekan semaksimal mungkin.

Related posts

Konsisten Olah Sampah, RT 02 Tani Aman Sabet Juara 1 Lomba Kampung Salai

Alfi

Ketua PN Samarinda yang Baru Dilantik Mulai Telusuri Masalah Peradilan

Laras

Pengusaha Reklame Kritik Penempatan Videotron Pemkot Samarinda

Sukri