Samarinda, Natmed.id – Wali Kota Samarinda Andi Harun memberi pesan mendalam mengenai keberlangsungan manajemen rumah ibadah saat menghadiri agenda buka puasa bersama di Masjid Darul Hannan, Jalan M Yamin, Gunung Kelua, Samarinda.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun menekankan bahwa masjid harus menjadi kawah candradimuka bagi pemuda untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin umat di masa depan.
Wali Kota Andi Harun secara lugas menyoroti fenomena banyaknya kepengurusan masjid di Samarinda yang masih bertumpu pada tokoh-tokoh senior.
Meskipun pengalaman para tetua sangat dibutuhkan, ia menilai sudah saatnya anak muda diberikan porsi strategis agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di kemudian hari.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa stamina dan tantangan zaman terus berubah. Jika anak muda tidak mulai dilibatkan secara aktif dari sekarang, siapa yang akan memegang tongkat estafet kepengurusan ini 10 atau 20 tahun yang akan datang? Syiar Islam tidak boleh berhenti karena kita abai menyiapkan kader,” tegas Andi Harun, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia mendorong pengurus Masjid Darul Hannan untuk menciptakan iklim yang inklusif, di mana generasi milenial dan Gen Z merasa memiliki tanggung jawab moral untuk merawat dan menghidupkan kegiatan masjid.
Lebih jauh, Andi Harun mengingatkan bahwa regenerasi bukan sekadar pergantian jabatan administratif, melainkan menyangkut kualitas spiritual.
Dia memberikan tantangan kepada pemuda Samarinda untuk tidak hanya menjadi jemaah pasif, tetapi juga meningkatkan kapasitas ilmu agama, terutama dalam seni membaca Al-Qur’an.
“Saya menaruh harapan besar kepada anak-anak muda kita. Jadilah pemuda yang ketika imam berhalangan hadir, kalian sudah siap dan pantas secara kualitas untuk maju memimpin salat. Persiapan itu harus dimulai dari sekarang, di majelis-majelis ilmu seperti ini,” imbuhnya.
Kemudian, Andi Harun menyatakan bahwa keterlibatan anak muda di masjid adalah strategi paling ampuh untuk membentengi mereka dari pengaruh negatif pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba. Dengan menyibukkan diri dalam agenda masjid, pemuda akan memiliki lingkungan sosial yang positif.
Ia berharap kunjungan ke Masjid Darul Hannan ini menjadi momentum bagi para pengurus untuk mulai merumuskan program-program kepemudaan yang lebih inovatif.
“Kita ingin melihat masjid yang ramai dengan ide-ide segar anak muda, namun tetap dalam bimbingan para orang tua kita. Sinergi antara semangat muda dan kebijaksanaan orang tua adalah kunci kekuatan umat,” pungkas Andi Harun.
