National Media Nusantara
Nasional

AirNav Naikkan Status Layanan Navigasi Bandara Lede Kalumbang

Teks: AirNav Indonesia dan stakeholder terkait dalam kegiatan peningkatan layanan Tower Bandara Lede Kalumbang

Tangerang, Natmed.id – AirNav Indonesia meningkatkan status pelayanan navigasi penerbangan di Bandara Lede Kalumbang, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur dari Aerodrome Flight Information Service (AFIS) menjadi Aerodrome Control Tower (ADC/TWR) guna memperkuat keselamatan dan pengendalian lalu lintas udara.

Direktur Utama AirNav Indonesia Capt Avirianto Suratno menyatakan peningkatan ini memberi kewenangan penuh kepada petugas pengatur lalu lintas udara untuk mengendalikan pergerakan pesawat di darat dan udara sekitar bandara, bukan sekadar memberikan informasi seperti pada layanan AFIS.

“Dengan layanan tower, pengaturan lalu lintas penerbangan dapat dilakukan secara lebih terstruktur, aman dan efisien,” ujar Avirianto dikutip dari keterangan resminya Senin 26 Januari 2026.

Perubahan status layanan ini menjadi bagian dari strategi nasional AirNav dalam meningkatkan standar keselamatan penerbangan, termasuk di wilayah yang tengah berkembang. Menurutnya, pengoperasian Tower menuntut kesiapan menyeluruh, mulai dari sumber daya manusia, sistem operasional, hingga fasilitas navigasi penerbangan.

Bandara Lede Kalumbang sebelumnya dikenal sebagai Bandara Tambolaka sebelum resmi berganti nama berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 206 Tahun 2022. Dengan beroperasinya layanan Tower, AirNav berharap koordinasi penerbangan di bandara tersebut semakin optimal dan kepercayaan pengguna jasa meningkat.

“Kami berharap efisiensi operasional dan kualitas layanan navigasi nasional terus tumbuh,” kata Avirianto.

Namun, peningkatan layanan ini bukan proses instan. AirNav mengakui persiapan telah berlangsung sejak 2019, meliputi penyusunan konsep operasi, sertifikasi pelayanan navigasi penerbangan, verifikasi manual operasi dan fasilitas, hingga pemenuhan kompetensi personel.

Sebanyak lima petugas Air Traffic Controller (ATC) Unit Tambolaka telah dinyatakan lulus uji kompetensi dan mengantongi rating tower (TWR–WATK).

*Peran regulator juga menjadi faktor penentu*

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Navigasi Penerbangan telah menerbitkan Sertifikat Penyelenggara Pelayanan Manajemen Lalu Lintas dan Telekomunikasi Penerbangan, sementara penerapan layanan tower diberlakukan sesuai AIRAC AIP Amendment 170.

Meski demikian, peningkatan status layanan ini tetap menyisakan catatan evaluatif, terutama terkait konsistensi pengawasan, pemeliharaan fasilitas, serta keberlanjutan peningkatan kompetensi personel agar standar keselamatan yang diharapkan benar-benar terjaga dalam jangka panjang.

“Peningkatan ini diharapkan memberi dampak positif bagi keselamatan penerbangan, konektivitas udara, serta pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di Nusa Tenggara Timur, khususnya Sumba Barat Daya,” pungkas Avirianto.

Related posts

Jokowi Minta Limbah Medis Covid-19 Segera Dimusnahkan

Aditya Lesmana

Sarung Samarinda Bukan Hanya Kebanggaan Budaya, Tapi Sumber Kehidupan Berkelanjutan

Aminah

Puting Beliung Terjang Bandara Juanda, Sejumlah Penerbangan Dialihkan

Aminah

You cannot copy content of this page