
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menegaskan bahwa turnamen sepak bola antarpelajar tersebut bukan sekadar ajang memperebutkan kemenangan. Kompetisi ini diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan atlet secara berkelanjutan, terutama menjelang pelaksanaan POPDA Kaltim 2027 yang akan menempatkan Bontang sebagai tuan rumah. Hal itu disampaikannya saat membuka pertandingan Remtal Cup, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Andi Faizal, kesempatan menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan secara maksimal oleh Kota Bontang. Selain memastikan kesiapan penyelenggaraan, daerah juga perlu mempersiapkan atlet-atlet terbaik yang mampu memberikan prestasi membanggakan, khususnya pada cabang olahraga sepak bola.
“Insyaallah kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang berkesinambungan. Sebagai tuan rumah, tentu target utamanya adalah juara sepak bola,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme sekaligus harapan agar pembinaan sepak bola pelajar di Bontang semakin mendapat perhatian. Dengan waktu persiapan menuju POPDA 2027, keberadaan turnamen seperti Remtal Cup dinilai dapat memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk meningkatkan kualitas permainan melalui pengalaman bertanding secara langsung.
Andi Faizal menjelaskan bahwa sepak bola memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan sejumlah cabang olahraga lainnya. Dalam berbagai kejuaraan, baik tingkat kota, kabupaten maupun provinsi, pertandingan sepak bola kerap menjadi salah satu cabang olahraga yang paling menyita perhatian masyarakat.
“Oleh sebab itu, pembinaan sejak dini dinilai penting agar Bontang, memiliki atlet-atlet potensial yang mampu bersaing dengan daerah lain,” tambahnya.
Pembinaan sejak usia pelajar menjadi bagian penting dalam membangun fondasi prestasi olahraga daerah. Melalui kompetisi yang rutin diselenggarakan, kemampuan teknis, kerja sama tim, kedisiplinan, hingga mental bertanding para pemain dapat terus diasah.
Selain memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, Remtal Cup Berseri juga diharapkan mampu menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit pesepak bola potensial. Para pemain yang memperlihatkan perkembangan positif selama pertandingan berpeluang menjadi bagian dari proses pembinaan lebih lanjut menuju kompetisi dengan tingkat persaingan lebih tinggi.
Bagi Andi Faizal, kesinambungan kompetisi menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan olahraga yang lebih baik. Turnamen yang digelar secara rutin dapat memberikan pengalaman berharga bagi atlet muda sekaligus membantu mereka membangun kepercayaan diri ketika menghadapi lawan dari berbagai tim.
“Dengan adanya kompetisi yang digelar secara berkelanjutan, diharapkan proses pencarian dan pembinaan bibit atlet sepak bola Bontang dapat berjalan lebih terarah,” jelasnya.
Lebih jauh, penyelenggaraan kompetisi antarpelajar juga memiliki manfaat yang melampaui pencapaian prestasi olahraga. Pertandingan menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda, terutama dalam menanamkan nilai sportivitas, tanggung jawab, solidaritas, serta kemampuan menerima kemenangan maupun kekalahan.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi atlet yang nantinya dipercaya mewakili Bontang dalam ajang tingkat provinsi. Sebab, persaingan pada POPDA tidak hanya menuntut keterampilan individu, tetapi juga kesiapan fisik, kekompakan tim, dan ketahanan mental menghadapi tekanan pertandingan.
Status Bontang sebagai tuan rumah POPDA Kaltim 2027 turut menghadirkan tantangan tersendiri. Harapan untuk tampil maksimal di hadapan masyarakat sendiri tentu menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang akan memperkuat kontingen daerah.
Karena itu, Remtal Cup Berseri 1 Tahun 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam membangun kekuatan sepak bola pelajar Bontang. Kompetisi yang berkelanjutan dapat membantu mematangkan persiapan sekaligus memperluas kesempatan bagi talenta muda untuk berkembang.
Dengan pembinaan yang terarah dan kesempatan bertanding yang konsisten, Bontang diharapkan tidak hanya sukses menjalankan peran sebagai tuan rumah POPDA Kaltim 2027, tetapi juga mampu mewujudkan ambisi meraih gelar juara sepak bola di hadapan pendukung sendiri. (ADV/DPRD/Bontang).
