Kalimantan Timur

Lantik 234 PNS di Kaltim, Rudy Minta ASN Adaptif dan Berintegritas

Teks: Sebanyak 234 PNS resmi diangkat dan diambil sumpahnya dalam upacara di Odah Etam Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Senin 4/5/2026. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud melantik dan mengambil sumpah janji 234 Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta pejabat jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim. Prosesi berlangsung di Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Senin 4 Mei 2026.

Teks: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud melantik 234 PNS dan pejabat fungsional, Senin 4/5/2026. (Natmed.id/Aminah)

Pelantikan tersebut mencakup pengangkatan PNS sekaligus pengambilan sumpah janji jabatan fungsional sebagai bagian dari penguatan birokrasi daerah. Pemerintah Provinsi Kaltim menilai momen ini menjadi titik awal penting dalam perjalanan pengabdian para aparatur negara.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim, kami mengucapkan selamat kepada 234 PNS yang hari ini resmi diangkat dan diambil sumpah janjinya,” ujar Rudy.

Ia menekankan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan amanah yang mengikat secara moral dan hukum.

“Keputusan dan sumpah yang diucapkan ini adalah amanah untuk bekerja dengan integritas, profesionalisme dan penuh tanggung jawab,” katanya.

Status sebagai PNS merupakan bentuk kepercayaan negara yang harus dijawab dengan loyalitas dan dedikasi dalam menjalankan tugas.

“Pengangkatan sebagai PNS ini bukan hanya sekadar perubahan status, tetapi adalah bentuk kepercayaan negara yang harus dijawab dengan loyalitas dan dedikasi,” ujarnya.

Rudy juga menyoroti dinamika global yang terus berubah, termasuk disrupsi teknologi dan perkembangan geopolitik yang berdampak pada tata kelola pemerintahan.

“Dunia bergerak sangat cepat dengan disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik. ASN dituntut adaptif, kompeten dan mampu menjawab tantangan era digital,” ucapnya.

Reformasi birokrasi harus terus didorong agar lebih lincah, transparan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Masyarakat sangat membutuhkan pelayanan yang cepat, tepat dan tentunya selektif,” katanya.

Selain itu, pentingnya jabatan fungsional dalam struktur pemerintahan. Posisi tersebut dinilai memiliki peran strategis karena menuntut keahlian dan kompetensi spesifik.

“Jabatan fungsional merupakan jabatan yang menuntut keahlian, keterampilan dan kompetensi. Kehadiran tenaga fungsional menjadi bagian strategis dalam memperkuat birokrasi yang profesional dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.

Ia menyebut para ASN yang baru dilantik akan berperan di berbagai sektor strategis, mulai dari kesehatan, pendidikan, perencanaan, pengawasan, ketenagakerjaan, teknologi informasi, statistik, infrastruktur, hingga keuangan dan ketertiban umum.

“Peran saudara-saudara sangat strategis dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas, memperluas akses pendidikan, mempercepat transformasi digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Rudy juga mengaitkan peran ASN dengan pembangunan daerah, termasuk penguatan daya saing Kalimantan Timur di tengah berbagai agenda strategis nasional.

“ASN yang profesional menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Indonesia Timur,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh ASN yang dilantik untuk menjaga nilai-nilai dasar aparatur sipil negara, termasuk integritas, kolaborasi, dan inovasi.

“Pegang teguh sumpah janji yang diucapkan. Jadilah aparatur yang berintegritas, profesional dan relevan dengan tuntutan zaman,” ujarnya.

Rudy menegaskan bahwa menjadi PNS bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan pengabdian yang berdampak jangka panjang.

“Menjadi PNS bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan pengabdian. Kerja saudara hari ini adalah warisan bagi generasi mendatang,” tutupnya.

Related posts

Kaltim Mulai Buka Pemusatan Latihan untuk MTQ Nasional 2026

Aminah

Hasil Pengawasan BPOM, Produk Pangan di Samarinda Aman

Phandu

Perda Perlindungan Perempuan Penting Bagi Ibu

natmed