Politik

Menakar Peran Strategis KAHMI Kaltim, Dari Transformasi Organisasi hingga Mencetak Petani Berdasi

Teks: Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kaltim, Sigit Wibowo saat diwawancara awak media pada Sabtu,25/4/26 (Natmed.id/Dewi)

Samarinda, Natmed.id – Momentum Musyawarah Daerah (Musda) KAHMI Samarinda menjadi pijakan penting bagi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalimantan Timur untuk melakukan reorientasi gerakan.

Tidak hanya sekadar ajang silaturahmi, forum ini menjadi ruang transformasi struktural dan penguatan peran alumni dalam mengisi pos-pos strategis pembangunan daerah.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kaltim, Sigit Wibowo, menjelaskan bahwa dinamika di tingkat daerah menunjukkan keinginan kuat untuk beralih dari sistem kolektif ke sistem yang lebih terpusat.

“Terdapat kesepakatan untuk mengubah pola kepemimpinan dari Presidium menjadi Presidensiil (Ketua Umum tunggal). Formatur yang terbentuk ini nantinya akan segera kami sampaikan ke Majelis Wilayah (MW) KAHMI Kaltim untuk disahkan,” ungkap Sigit Wibowo saat diwawancara usai pembukaan Musda pada Sabtu, 25 April 2026.

Langkah ini dinilai sebagai upaya agar organisasi lebih lincah dalam mengambil keputusan dan memiliki garis komando yang jelas dalam merespons isu-isu kemasyarakatan di Kalimantan Timur.

Lebih jauh, Sigit menekankan bahwa alumni HMI harus mulai mendiversifikasi pengabdiannya. Selama ini, stigma bahwa kader HMI hanya berorientasi pada panggung politik praktis ingin mulai dikikis dengan mendorong penguatan di sektor ekonomi.

Kehadiran Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) dipandang sebagai motor penggerak untuk mencetak pengusaha-pengusaha baru dari kalangan alumni. Salah satu sektor yang menjadi sorotan utama adalah sektor pertanian dan pangan, yang sejalan dengan visi kedaulatan pangan nasional.

“Kita ingin kader-kader kita tidak hanya berpikir soal politik. Negara ini akan kuat jika penopang ekonominya juga kuat. Kami mendorong mereka menjadi petani berdasi petani modern yang memiliki modal, teknologi, dan visi bisnis yang jelas,” tegasnya.

Sinergi dengan pemerintah kota juga menjadi catatan penting. Menanggapi harapan dari Walikota Samarinda, KAHMI diharapkan mampu memposisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah.

Sigit sepakat bahwa intelektualitas yang dimiliki para alumni harus dikonversi menjadi rekomendasi kebijakan yang nyata.

KAHMI berkomitmen untuk tidak menjadi organisasi yang pasif atau sekadar menjadi wadah berkumpul tanpa output (organisasi arisan).

Sebaliknya, organisasi ini harus menjadi lumbung pemikiran yang memberikan solusi atas persoalan perkotaan, mulai dari isu sosial hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Agenda tersebut diprediksi akan menjadi panggung besar bagi para alumni untuk merumuskan peta jalan kontribusi KAHMI terhadap masa depan Kalimantan Timur, terutama dalam menyambut era baru pembangunan di wilayah ini.

Related posts

Target Golkar Kaltim Pemilu 2024, Pertahankan Jabatan Ketua

Muhammad

Dapat Nomor Urut 2, Neni Bilang Nomor Keberuntungan

natmed

CSR Tambang Bisa Jadi Penyelamat Program Sosial Kaltim di Tengah Pemangkasan DBH

Aminah