Kalimantan Timur

Aliansi Masyarakat Kaltim Desak Gubernur Rudy Mas’ud Mundur: Dinasti Adalah Dasar Korupsi!

Teks: Jendlap Aliansi Masyarakat Kaltim, Erly Sopiyansyah Saat Diwawancara Awak Media Pada Selasa,21/4/26 (Natmed.id/Dewi)

Samarinda, Natmed.id – Aliansi Masyarakat Kaltim bersama sejumlah elemen mahasiswa menggelar aksi massa besar-besaran untuk menyuarakan mosi tidak percaya kepada Gubernur Rudy Mas’ud.

Aksi yang berlangsung di jantung ibu kota provinsi ini menuntut perubahan kepemimpinan yang dianggap telah melenceng dari kepentingan publik.

Jenderal Lapangan Aliansi Masyarakat Kaltim Erly Sopiyansyah menegaskan bahwa kehadiran mereka di jalanan adalah akumulasi dari rasa kecewa masyarakat terhadap rentetan kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.

Fokus utama dalam tuntutan kali ini adalah menguatnya praktik politik dinasti di Bumi Etam. Erly menyebut bahwa konsolidasi kekuasaan di lingkaran keluarga Gubernur telah menutup ruang bagi tata kelola pemerintahan yang sehat dan demokratis.

“Semua kebijakan itu sudah menyakiti hati masyarakat Kaltim. Satu tahun itu sudah mencederai, apalagi kita ditontonkan oleh dinasti-dinasti yang betul-betul membuat kita ini kecewa dengan Gubernur kita,” tegas Erly saat dimintai keterangan oelh awak media pada Selasa, 21 April 2026.

Menurut Erly, politik dinasti bukan sekadar masalah etika, melainkan pintu masuk menuju praktik lancung yang merugikan keuangan negara.

“Ini jelas-jelas dinasti. Saya lihat dinasti, dan dinasti itu adalah dasar untuk korupsi,” lanjutnya.

Selain masalah internal daerah, Aliansi Masyarakat Kaltim juga menyoroti pembangkangan administratif yang dilakukan pemerintah provinsi terhadap instruksi pemerintah pusat.

Di tengah upaya Presiden Prabowo Subianto melakukan pengetatan anggaran secara nasional, Kaltim justru dinilai melakukan hal sebaliknya.

“Banyak hal lain yang harus dilakukan. Perintah Presiden Prabowo saja tidak pernah dilakukan untuk efisiensi anggaran. Padahal beliau sudah memerintahkan semua, setiap daerah harus efisiensi anggaran, tapi beliau (Gubernur) tidak untuk Kalimantan Timur,” ungkap Erly.

Ia menilai, ketidakpatuhan terhadap perintah efisiensi ini merupakan bentuk pengabaian terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini sedang berjuang menghadapi tantangan global.

Erly memberikan peringatan keras bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam melihat daerahnya dipimpin oleh sosok yang lebih mengedepankan kepentingan golongan.

Ia mendesak Gubernur Rudy Mas’ud untuk melakukan introspeksi mendalam atau segera melepaskan jabatannya.

“Sadarlah, sadar waktu ini sadar. Kamu itu yang dibuat apa? Belum bisa jadi pemimpin kalau setiap kebijakan membuat masyarakat Kaltim kecewa,” ucapnya.

Massa aksi mengancam akan membawa gelombang tekanan yang lebih besar jika tuntutan mereka untuk perbaikan sistem pemerintahan dan penghentian praktik dinasti tidak segera ditanggapi secara nyata oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Related posts

Sediakan Aneka Wahana, Wonderland Samarinda Dipadati Wisatawan Saat Libur Lebaran

Irawati

Agus Haris: Keputusan Rakyat Bontang, Kita Tunggu Hasil Penghitungan Resmi KPU

natmed

Pengcab JMSI Bukittinggi Dikukuhkan

Febiana