Samarinda

Arus Balik H+5 di Pelabuhan Samarinda Ramai, KSOP Perketat Pengawasan dan Imbau Penjemput Tertib

Teks: Kapal Penumpang Bersandar di Pelabuhan Samarinda, KSOP Memastikan Pengawasan Ketat Selama Masa Arus Balik Lebaran, Kamis,26/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Aktivitas arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Samarinda mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada H+5. Kapal Prince Soya yang melayani rute Parepare–Samarinda tercatat membawa 1.683 penumpang, baik dewasa maupun anak-anak, dalam satu kali kedatangan.

Asisten Penjagaan Patroli dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda Sahrun Asis menyebut kondisi pelabuhan saat ini tergolong ramai, namun masih dalam kendali dan berjalan tertib berkat pengawasan intensif di lapangan.

“Pada hari ini kapal Prince Soya melayani arus balik dengan jumlah penumpang 1.683 orang. Secara umum kondisi arus balik berjalan aman, lancar, dan tertib,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Samarinda, Kamis 26 Maret 2026.

Meski belum mencapai puncak, lonjakan penumpang mulai terasa. Sahrun memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, seiring kedatangan kapal tambahan yang telah dijadwalkan.

“Kami perkirakan puncak arus balik terjadi pada hari Minggu dengan kedatangan kapal ketiga, yaitu KM Queen Soya. Kemudian hari Senin akan disusul KM Adithya,” jelasnya.

Peningkatan jumlah penumpang ini juga dipengaruhi oleh berakhirnya masa libur panjang, khususnya bagi keluarga yang membawa anak-anak yang harus segera kembali beraktivitas, termasuk masuk sekolah.

“Memang hari ini lumayan ramai. Banyak penumpang yang membawa keluarga, terutama anak-anak karena sudah mendekati aktivitas sekolah kembali,” tambahnya.

Dalam menghadapi arus balik, KSOP Samarinda tidak bekerja sendiri. Koordinasi lintas instansi telah dilakukan sejak jauh hari guna memastikan seluruh proses berjalan aman dan tertib.

“Sejak awal kami sudah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder di pelabuhan, mulai dari KP3, Polsek, Karantina Kesehatan, Pelindo, hingga petugas keamanan dan kesehatan pelabuhan. Semua berkolaborasi dalam pengawasan dan pengamanan,” tegas Sahrun.

Penguatan koordinasi ini menjadi krusial, mengingat tingginya mobilitas penumpang berpotensi menimbulkan kepadatan, baik di area dermaga maupun di dalam kapal.

KSOP juga memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas penjemput yang kerap memadati area pelabuhan. Sahrun mengimbau masyarakat agar tidak melanggar batas yang telah ditentukan demi menjaga keselamatan bersama.

“Kami sampaikan kepada masyarakat yang menjemput keluarga agar tidak memaksakan diri masuk ke dermaga atau naik ke atas kapal. Cukup menunggu di area yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Kepatuhan terhadap aturan ini penting untuk mencegah penumpukan massa yang dapat mengganggu kelancaran arus penumpang serta berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Salah satu penumpang Uti Suryanti (40), mengaku merasakan langsung padatnya arus balik dari Parepare menuju Samarinda. Ia berangkat dini hari dan tiba pada pagi hari dengan kondisi kapal yang cukup ramai.

“Saya berangkat dari Parepare jam 2 dini hari, tiba di Samarinda sekitar jam 9 pagi. Kapalnya ramai, tapi masih nyaman,” ungkapnya.

Ia juga menilai layanan selama perjalanan cukup baik, termasuk fasilitas konsumsi yang diberikan kepada penumpang.

“Selama di kapal dapat makan dua kali. Untuk tiket sekitar 300 ribuan per orang,” tambahnya.

Related posts

Samarinda Serius Tekan AKI dan AKB Melalui Pembinaan Reproduksi dan Skrining

ericka

Satpol PP Samarinda Siagakan Personel untuk Malam Tahun Baru

Aminah

Sangkulirang – Mangkalihat Potensi Jadi Tanah Bumi 

natmed