Samarinda

Baru 30 Persen Terkumpul, UPZ Islamic Center Imbau Warga Samarinda Segera Bayar Zakat

Teks: Suasana Penerimaan Zakat di Posko 2 (Klinik) UPZ Islamic Center Kaltim, Rabu,18/3/26. (Natmed.id/Aminah)

Samarinda, Natmed.id – Realisasi penerimaan zakat di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Baitul Muttaqien Islamic Center Kalimantan Timur (Kaltim) hingga pertengahan Ramadan masih berada di kisaran 20 hingga 30 persen.

Kondisi ini mendorong UPZ mengimbau masyarakat Samarinda agar tidak menunda pembayaran zakat hingga mendekati Idulfitri.

Layanan penerimaan zakat sendiri telah dibuka sejak 16 Ramadan 1447 Hijriah, mencakup zakat fitrah, zakat mal, infak, hingga sedekah.

Untuk memudahkan akses masyarakat, UPZ menyiapkan dua titik layanan utama, yakni di area menara Asmaul Husna dan pos klinik belakang Islamic Center.

Ketua UPZ Islamic Center Kaltim Muhammad Ilmi menjelaskan bahwa dua lokasi tersebut dipilih untuk menjangkau lebih banyak muzaki sekaligus mengantisipasi penumpukan di satu titik layanan.

“Dua pos ini kita siapkan supaya masyarakat lebih mudah menjangkau dan tidak terjadi antrean panjang di satu lokasi,” ujarnya saat ditemui, Rabu 18 Maret 2026.

Selain memperluas akses layanan, UPZ juga mulai mengadopsi sistem pembayaran digital. Tahun ini, masyarakat tidak lagi harus membayar secara tunai, karena telah tersedia opsi nontunai melalui QRIS.

“Kami sudah melengkapi sistem dengan QRIS. Jadi masyarakat yang tidak membawa uang tunai tetap bisa menyalurkan zakat melalui barcode,” jelas Ilmi.

Penggunaan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga menjadi langkah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Hal ini sejalan dengan tren transaksi masyarakat yang kini semakin bergeser ke sistem digital.

Meski demikian, Ilmi mengakui bahwa minat masyarakat untuk menyalurkan zakat di awal Ramadan masih relatif rendah. Pola yang sama terjadi setiap tahun, di mana mayoritas muzaki baru membayar zakat pada hari-hari terakhir Ramadan.

“Sampai saat ini baru sekitar 20 sampai 30 persen dari total potensi. Biasanya yang paling banyak itu di hari-hari terakhir, bahkan sampai malam takbiran,” ungkapnya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan karena berdampak pada efektivitas penyaluran zakat kepada mustahik. Penyaluran yang menumpuk di akhir waktu kerap membuat distribusi dilakukan terburu-buru dan kurang optimal.

UPZ pun terus mengingatkan masyarakat agar mempercepat pembayaran zakat, setidaknya beberapa hari sebelum Idulfitri, agar proses distribusi dapat berjalan lebih tertib dan tepat waktu.

“Kami harapkan masyarakat bisa menyalurkan zakat lebih awal, minimal H-3 atau H-5 sebelum Lebaran, supaya penyalurannya tidak menumpuk di akhir,” tegasnya.

UPZ Islamic Center Kaltim menetapkan batas akhir penerimaan zakat hingga hari terakhir Ramadan sekitar pukul 11.30 hingga 12.00 Wita. Setelah itu, seluruh proses akan difokuskan pada rekapitulasi dan pendistribusian, guna memastikan zakat tersalurkan kepada mustahik sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.

Related posts

Muhammadiyah Kaltim Klaim Lebih Dulu Jalankan Program MBG

Aminah

Teras Samarinda Segera Terapkan Sistem Pembayaran Parkir Nontunai

ericka

Tanggapan Masyarakat Tentang Bantuan Sosial Tunai di Tengah Pandemi Covid-19

natmed