Ekonomi

DPTPH Kaltim Bentuk 70 Brigade Pangan dari Kalangan Milenial

Teks: Kepala DPTPH Kaltim , Fahmi Himawan Menegaskan Target Pencetakan Sawah Baru 20.000 Hektare. (Natmed.id/Sukri)

Samarinda, Natmed.id – Tantangan besar yang membayangi sektor pertanian di masa depan bukan hanya persoalan menyusutnya lahan, melainkan juga krisis regenerasi sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) mengambil langkah strategis dengan membentuk 70 Brigade Pangan yang digerakkan oleh tenaga-tenaga muda potensial.

Inisiatif ini dirancang sebagai solusi atas stigma bahwa sektor pertanian tidak lagi menarik bagi generasi muda. Dengan mentransformasi pola kerja tradisional menjadi lebih modern dan terorganisir, pemerintah berupaya menarik minat kaum milenial untuk kembali ke sawah dan menjadi motor penggerak ketahanan pangan daerah.

Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan menegaskan bahwa pembentukan brigade ini merupakan bagian integral dari peta jalan pembangunan pertanian di Bumi Etam. Setiap unit kerja ini dipersiapkan untuk menjadi kelompok pengelola lahan yang profesional dan melek teknologi.

“Pemerintah telah membentuk 70 Brigade Pangan yang masing-masing terdiri dari sekitar 15 petani muda atau milenial untuk mengelola lahan secara berkelanjutan,” ujar Fahmi Himawan saat memberikan keterangan, Selasa 17 Maret 2026.

Lebih lanjut, program ini mengadopsi pendekatan inklusif dengan melibatkan berbagai elemen. Tidak hanya mengandalkan kelompok tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang sudah ada, Brigade Pangan juga membuka pintu lebar bagi para alumni fakultas pertanian yang memiliki kapasitas akademis di bidang agribisnis dan teknologi pangan.

Pendampingan dari organisasi berpengalaman seperti Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) juga menjadi kunci untuk memastikan adanya transfer pengetahuan antargenerasi.

Keterlibatan generasi milenial dipandang sangat krusial, terutama dalam mengoptimalkan target besar program cetak sawah baru seluas 20.000 hektar yang sedang berjalan di Kalimantan Timur.

Dengan karakteristik anak muda yang lebih adaptif terhadap teknologi digital dan mekanisasi pertanian, Brigade Pangan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas hasil panen.

“Melalui 70 Brigade Pangan ini, kita tidak hanya sekadar menambah jumlah petani, tetapi membentuk wirausahawan muda di sektor agraris yang mampu mengelola pertanian secara mandiri, menguntungkan, dan berkelanjutan bagi masa depan Kalimantan Timur,” pungkas Fahmi.

Related posts

Jelang Ramadan, Pemerintah Perkuat Pengawasan Harga dan Distribusi Bahan Pokok

Sukri

Koperasi Al Fattah Himpun 14 Perusahaan, Dukung Pengusaha Kecil Menengah

Muhammad

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen pada 2026

Aminah