Samarinda, Natmed.id – Momentum bulan suci Ramadan 2026 menjadi titik balik strategis bagi manajemen MSI Group dalam merancang peta jalan profesionalisme media di Kalimantan Timur.
Bertempat di Waroeng Steak Samarinda pada Minggu, 1 Maret 2026, agenda buka puasa bersama yang dihadiri seluruh jajaran wartawan dan manajemen menjadi panggung refleksi, sekaligus pengumuman langkah besar perusahaan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di tengah disrupsi industri informasi yang kian kencang.
CEO MSI Group Mohammad Sukri dalam arahannya menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar seremoni tahunan yang bersifat menggugurkan kewajiban sosial, melainkan sarana krusial untuk mempererat kohesi internal dan menumbuhkan rasa saling menghargai.
Menurutnya, nilai-nilai kejujuran dan disiplin yang ditempa selama bulan puasa harus menjadi napas utama bagi setiap insan pers di bawah naungan MSI Group.
Ia meyakini bahwa dari kebersamaan yang tulus akan lahir nikmat kerja yang berujung pada produktivitas serta kemajuan bersama bagi perusahaan dan individu di dalamnya.
Visi besar ini kemudian diterjemahkan ke dalam program pengembangan kapasitas yang konkret dan ambisius. MSI Group mencanangkan program penempatan wartawan muda di Jakarta selama tiga bulan untuk menjalani magang intensif.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, sebab berada di pusat arus informasi nasional diharapkan mampu mendobrak batasan berpikir para jurnalis daerah, memperluas jejaring profesional di tingkat pusat, serta memberikan perspektif baru dalam mengelola isu-isu strategis yang berdampak pada daerah.
Sejalan dengan upaya perluasan wawasan tersebut, perusahaan juga mewajibkan seluruh jurnalisnya untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai standar baku profesionalisme.
Sukri menegaskan bahwa kompetensi bukan sekadar deretan sertifikat di atas kertas, melainkan instrumen vital yang secara linier akan meningkatkan kualitas karya jurnalistik, memperkuat jaringan kerja, dan pada akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan para wartawan itu sendiri.
Di era digital yang menuntut kecepatan tanpa batas, ia mengingatkan bahwa setiap jurnalis MSI Group wajib bergerak lincah namun tetap tegak berdiri di atas rel kode etik jurnalistik yang menjadi marwah profesi.
Lebih jauh lagi, MSI Group juga tengah membangun sinergi eksternal yang kuat, salah satunya melalui rencana kerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dalam program Media Bersama HAM.
Sukri memandang media memiliki peran ganda yang sangat vital, yakni sebagai pengawas jalannya penegakan hukum sekaligus edukator bagi masyarakat dalam menghormati hak asasi manusia.
Ia menilai bahwa jurnalisme yang berkualitas adalah jurnalisme yang mampu memberikan pencerahan kepada publik serta menjadi jembatan bagi terciptanya masyarakat yang lebih sadar akan hak dan kewajibannya.
“Kita harus menyadari bahwa di era digital ini, dinamika perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah dan justru menjadi kekuatan untuk membangun profesionalisme,”
Selain itu, MSI Group juga berkomitmen untuk terus memberikan reward kepada wartawan yang selalu berusaha meningkatkan kompetensinya di lapangan.
“MSI Group berkomitmen untuk selalu memberikan apresiasi atau reward bagi wartawan yang mau terus belajar dan memberikan dedikasi terbaiknya bagi kemajuan pers,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh keluarga besar MSI Group untuk menjadikan nilai-nilai Ramadan sebagai fondasi mental dalam menghadapi tantangan industri media yang kian dinamis.
Dengan integrasi antara peningkatan kompetensi teknis di lapangan, perluasan wawasan di level nasional, serta komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan, MSI Group optimis mampu mencetak jurnalis yang tidak hanya cakap dalam mengolah berita, tetapi juga memiliki integritas dan daya saing tinggi untuk masa depan industri media di Indonesia.
