Samarinda, Natmed.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur Jaya Mualimin memberi kepastian dan jaminan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa akses terhadap layanan kesehatan publik tidak akan mengalami gangguan sedikit pun.
Meskipun Pemprov Kaltim sudah menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sektor kesehatan tetap menjadi prioritas yang berjalan secara normal.
Langkah antisipatif ini diambil untuk merespons dinamika kerja baru di lingkungan Pemprov Kaltim sekaligus menepis kekhawatiran warga mengenai potensi penurunan kualitas pelayanan medis di wilayah Benua Etam.
Ia menyadari bahwa layanan kesehatan adalah sektor vital yang bersentuhan langsung dengan keselamatan nyawa manusia, sehingga tidak boleh ada kekosongan petugas di lapangan.
Oleh karena itu, manajemen internal telah menyusun skema pembagian tugas yang ketat untuk memastikan fungsi rumah sakit, puskesmas, hingga unit administratif tetap beroperasi sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Ia juga menegaskan bahwa fleksibilitas kerja hanya diberikan pada posisi tertentu yang memungkinkan, sementara petugas yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik tetap disiagakan di lokasi.
“Kami telah mengatur jadwal piket dan distribusi personel secara cermat agar kebijakan WFA bagi ASN tidak mengurangi kehadiran tenaga di pos-pos pelayanan kesehatan,” jelasnya, Minggu, 22 Februari 2026.
Penerapan WFA di lingkungan Dinkes Kaltim bukan berarti melonggarkan tanggung jawab. Sebaliknya, setiap ASN yang bertugas secara fleksibel tetap berada di bawah pengawasan sistem kinerja digital yang ketat.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa koordinasi antar-instansi, seperti sinkronisasi data kesehatan dan respons cepat terhadap kebutuhan medis darurat, tetap berjalan efektif tanpa hambatan birokrasi.
Pihak dinas menjamin bahwa produktivitas pegawai tetap menjadi tolak ukur utama, terlepas dari di mana pun lokasi mereka bekerja.
“Kami menerapkan pengawasan berbasis kinerja yang sangat terukur. WFA ini adalah bentuk adaptasi terhadap teknologi, namun tujuannya tetap satu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kaltim secara konsisten dan tanpa jeda,” tambahnya.
Selain kesiapan personel, Dinkes Kaltim juga terus memastikan ketersediaan logistik medis, obat-obatan, dan kesiapan fasilitas pendukung di seluruh kabupaten/kota.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap memanfaatkan layanan kesehatan pemerintah secara normal tanpa ada keraguan mengenai ketersediaan petugas.
Dengan adanya jaminan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Kesehatan berharap dapat menjaga kepercayaan publik terhadap instansi pemerintah, sekaligus membuktikan bahwa inovasi sistem kerja modern dapat berjalan selaras dengan dedikasi pengabdian yang maksimal bagi kesehatan masyarakat.
