Samarinda

Distribusi MBG Ramadan di Samarinda Tetap Jalan Menu dan Jam Disesuaikan

Teks: Aktivitas Petugas Saat Menyiapkan Makanan Bergizi di Dapur SPPG Polri Samarinda (Dok/Natmed.id)

Samarinda, Natmed.id — Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah dengan penyesuaian menu dan waktu pembagian mengikuti jam belajar peserta didik.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samarinda Hariyono menjelaskan bahwa selama Ramadan skema pemberian MBG tidak lagi menggunakan paket siap santap seperti hari biasa, melainkan diganti dengan paket kering.

“Kalau hari biasa kita pakai paket siap santap menggunakan ompreng. Khusus Ramadan, paketnya kita ubah menjadi paket kering untuk menjaga ketahanan pangan,” kata Hariyono saat dihubungi, Kamis 19 Februari 2026.

Perubahan menu dilakukan karena makanan siap santap berisiko tidak bertahan lama saat disimpan hingga waktu berbuka. Karena itu, sumber protein dan komposisi gizi disesuaikan agar tetap aman dan layak konsumsi.

“Untuk protein hewani kita gunakan telur ayam, telur puyuh, atau abon. Kalau protein nabati diganti kacang-kacangan kering. Buahnya juga khusus buah berkulit seperti kurma, pisang, atau kelengkeng,” ujarnya.

Menurut Hariyono, prinsip utama MBG selama Ramadan tetap sama, yakni memastikan asupan gizi peserta didik terpenuhi, meski bentuk dan jenis makanan diubah. Menu kering dipilih agar distribusi tetap efisien dan tidak menurunkan kualitas program.

Terkait waktu pembagian, Hariyono menyebut jadwal distribusi MBG menyesuaikan jam belajar di masing-masing satuan pendidikan. Perbedaan jam masuk dan pulang sekolah menjadi pertimbangan utama petugas di lapangan.

“Kami menyesuaikan dengan jam istirahat sekolah. Jamnya beda-beda antara TK, SD, SMP, dan SMA. Ada yang pulang siang, ada yang sore, bahkan ada yang jam 10 pagi sudah selesai,” jelasnya.

Untuk masa libur sekolah, BGN menerapkan skema khusus. Sekolah atau peserta didik yang bersedia tetap datang ke sekolah saat libur akan diberikan paket siap santap pada hari tersebut, kemudian dilanjutkan paket kering untuk beberapa hari ke depan.

“Kalau libur panjang, maksimal paket kering diberikan untuk tiga hari. Itu sesuai juknis. Jadi tidak setiap hari, tergantung kondisi dan kesediaan di lapangan,” katanya.

Layanan MBG tidak dihentikan selama Ramadan, ia berharap distribusi MBG di Samarinda tetap optimal selama Ramadan, tanpa mengurangi tujuan utama program dalam mendukung kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Related posts

Pembalap Liar Akan Dikenakan Pidana Satu Tahun dan Denda Rp. 3 Juta 

natmed

Tingkatkan Pengawasan Pengolongan di Sungai Mahakam, Pelindo akan Libatkan MBS

Aminah

Jam Buka hingga Program Literasi, Inilah Layanan Perpustakaan Kota Samarinda

Aminah

Leave a Comment