Pasuruan, Natmed.id – Komunitas Tandur menggelar forum seRaya berkata: Cancut Tali Wondo untuk menguatkan nilai luhur budaya Jawa dan kesadaran masyarakat, bertepatan dengan Hari Jadi ke-340 Kota Pasuruan di Kafe D’Bengals, Kecamatan Purworejo, Minggu 8 Febuari 2026 malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB itu berlangsung secara swadaya tanpa dukungan anggaran pemerintah. Sejumlah pegiat budaya dan komunitas hadir sebagai narasumber, antara lain Ki Suryo, Cha’Ros dari Coral, Ilham dari Sabdawala, Wahyu Setiadi dari Taringpena, dan Edo dari Ruang Publik.
Ki Suryo menjelaskan istilah “tandur” dimaknai sebagai upaya menanam nilai kehidupan agar memberi manfaat bagi manusia dan lingkungan. Ia menegaskan pentingnya menjaga jati diri masyarakat di tengah perubahan zaman yang terus berkembang.
“Forum seperti ini menjadi bagian dari ikhtiar merawat nilai agar tetap hidup dan tidak kehilangan arah,” ujar Ki Suryo.
Cha’Ros menyampaikan forum tersebut bertujuan menghidupkan kembali kesadaran budaya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, pemahaman terhadap nilai tradisi perlu ditanamkan, terutama kepada generasi muda, sebagai dasar pembentukan karakter.
“Kami ingin mengajak masyarakat mengingat kembali nilai luhur yang menjadi pedoman hidup,” katanya.
Ilham menambahkan tema Cancut Tali Wondo senajan kebacut sek iso di toto mengandung pesan tentang pentingnya memperbaiki keadaan meskipun pernah mengalami kesalahan. Ia menilai makna tersebut relevan sebagai pengingat agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menata kembali kehidupan secara lebih baik.
“Pesan ini mengajarkan bahwa perubahan dimulai dari kemauan memperbaiki diri,” ucap Ilham.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang komunitas dan masyarakat umum. Mereka mengikuti dialog yang membahas keterkaitan nilai budaya dengan tantangan kehidupan modern.
Komunitas Tandur berharap forum ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga dan melestarikan budaya Jawa di Kota Pasuruan.
