Samarinda, Natmed.id – Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) bersama mekanisme reses DPRD dinilai mampu mempercepat realisasi usulan warga di Kecamatan Samarinda Ilir, sekaligus mengurangi penumpukan aspirasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Camat Samarinda Ilir La Uje mengatakan kehadiran Probebaya membawa perubahan signifikan dalam pola perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan. Usulan-usulan berskala kecil yang sebelumnya menumpuk dalam Musrenbang kini dapat langsung ditangani melalui mekanisme rembuk warga.
“Dulu sebelum ada Probebaya, setiap Musrenbang RT pasti banyak keluhan. Usulan masuk terus, tapi tidak semua bisa terealisasi. Sekarang kegiatan kecil bisa langsung dikerjakan lewat Probebaya,” ujar La Uje usai Musrenbang Kecamatan Samarinda Ilir Kamis 5 Februari 2026.
Probebaya membuat Musrenbang lebih fokus dan terarah karena forum tersebut kini diarahkan untuk membahas program dan proyek berskala besar yang membutuhkan anggaran lebih besar serta lintas perangkat daerah.
“Musrenbang tetap dilaksanakan karena amanat undang-undang, tapi arahnya jadi lebih jelas, transparan, dan efektif. Tidak lagi salah sasaran,” jelasnya.
Selain Probebaya, La Uje menilai reses anggota DPRD juga berperan penting dalam mempercepat realisasi aspirasi masyarakat. Sejumlah usulan warga, kata dia, bahkan dapat langsung dieksekusi melalui jalur reses tanpa harus menunggu proses Musrenbang.
“Reses DPRD juga menyerap aspirasi warga. Ada beberapa usulan yang langsung direalisasikan dan sudah selesai tanpa melalui Musrenbang,” katanya.
Terkait usulan lama yang belum terakomodasi, La Uje mengakui masih ada sejumlah program yang dilaksanakan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemerintah Kota Samarinda. Salah satu contohnya adalah pembangunan drainase di Jalan Damai, Kelurahan Sidodamai, yang telah diusulkan sejak tahun sebelumnya.
“Tahun lalu sudah dibangun beberapa puluh meter, dan tahun ini insyaallah dilanjutkan lagi. Karena panjang dan anggarannya besar, maka dikerjakan bertahap,” ujarnya.
Ia menyebut, pembangunan drainase tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat dengan berkurangnya genangan air, bahkan di beberapa titik banjir sudah tidak lagi terjadi.
“Warga sudah merasakan langsung manfaatnya. Genangan yang dulu sering muncul sekarang sudah jauh berkurang,” ungkap La Uje.
Selain drainase dan jalan lingkungan, pembangunan infrastruktur lain seperti musala dan turap di lingkungan sekolah juga masuk dalam daftar prioritas pembangunan Kecamatan Samarinda Ilir. Dari 10 usulan prioritas yang dibahas dalam Musrenbang, La Uje memastikan seluruhnya akan mulai dilaksanakan secara bertahap.
“Semua usulan prioritas itu kebutuhan riil masyarakat karena berasal langsung dari warga. Dari sepuluh usulan, semuanya akan mulai dikerjakan,” pungkasnya.
