National Media Nusantara
Nasional

Kemenag Bantah Isu Bantuan DAP Australia Mengatasnamakan Bimas Kristen

Teks: Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung

Jakarta, Natmed.id – Kementerian Agama (Kemenag) membantah keras informasi yang beredar di media sosial terkait klaim penyaluran bantuan dana Direct Aid Program (DAP) dari Australia yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen.

Direktur Jenderal Bimas Kristen Kemenag Jeane Marie Tulung mengatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan tidak pernah dikeluarkan oleh Ditjen Bimas Kristen dalam bentuk apa pun, baik surat, pengumuman resmi maupun unggahan digital.

“Informasi bantuan dana DAP Australia yang mencatut nama Ditjen Bimas Kristen itu tidak benar dan menyesatkan,” ujar Jeane di Jakarta, Senin 26 Januari 2026.

Ia menegaskan, Ditjen Bimas Kristen tidak pernah mengumumkan adanya bantuan dengan nominal Rp100 juta hingga Rp2 miliar, termasuk mekanisme pembagian dana, syarat administrasi, maupun kewajiban pemotongan atau sumbangan sebagaimana tercantum dalam konten yang beredar.

Jeane mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait beredarnya pesan berantai dan unggahan media sosial yang mengklaim adanya bantuan DAP Australia atas nama Ditjen Bimas Kristen.

“Kami menerima banyak aduan dari masyarakat. Polanya sama, mencatut institusi pemerintah untuk menarik kepercayaan publik. Ini sangat merugikan,” katanya.

Seluruh informasi resmi terkait kebijakan, program, maupun kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya disampaikan melalui kanal resmi, yakni situs bimaskristen.kemenag.go.id serta media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang bersumber dari pesan berantai, unggahan tidak resmi, maupun dokumen digital tanpa verifikasi.

“Kami minta masyarakat selalu melakukan cek dan ricek sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. Jangan mudah tergiur dengan klaim bantuan yang sumbernya tidak jelas,” tegasnya.

Selain itu, Jeane juga mengajak umat Kristiani dan masyarakat luas untuk lebih bijak dalam bermedia sosial serta turut menjaga ruang digital agar tidak menjadi sarana penyebaran informasi palsu.

“Mari kita jaga ruang digital sebagai sarana edukasi dan kebaikan, bukan sumber keresahan,” ujarnya.

Related posts

Happy Walk SAE Probolinggo Tandai Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026

Sahal

Ribuan Hektare Sawah di Lamongan dan Gresik Terancam Gagal Panen

Aminah

Pengawasan WBP di Masa Libur, Jadi Perhatian Menteri Yasonna

Nediawati

You cannot copy content of this page