Tangerang, Natmed.id – Turnamen Garuda Junior League (GJL) U-13 kembali dijadwalkan di Stadion Mini Porci Cibodas, Kota Tangerang, setelah pelaksanaan sebelumnya di Stadion Mini Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang gagal.
Berdasarkan jadwal resmi panitia, pertandingan GJL U-13 akan dimulai Minggu, 1 Februari 2026, dengan dua laga pembuka mempertemukan SSB Pendekar vs JFS Jawara pada pukul 12.45 WIB, dilanjutkan SCS vs SSB Legok Putra pukul 13.35 WIB.
Turnamen berlanjut pada 8 Februari 2026, mempertemukan SSB Tiger City vs BMIFA pukul 12.45 WIB serta SSB Peru vs Jalal Jalil FA pukul 13.35 WIB.
Ketua Garuda Junior League U-13 Taufik Jursal Effendi menegaskan bahwa GJL bukan sekadar ajang mencari pemenang, melainkan bagian dari sistem pembinaan jangka menengah yang menempatkan perkembangan pemain sebagai tujuan utama.
“Turnamen ini tidak hanya soal juara. Berdasarkan rekomendasi teknis, kompetisi U-13 idealnya berlangsung sekitar lima bulan dengan 10 sampai 20 pertandingan per musim,” ujar Taufik kepada media ini, Senin, 26 Januari 2026.
Menurutnya, durasi tersebut penting agar pemain usia dini memiliki waktu yang cukup untuk recovery, latihan, dan adaptasi mental, tanpa tekanan berlebihan yang justru bisa merusak proses pembinaan.
“Anak-anak ini masih dalam fase belajar. Mereka butuh ritme kompetisi yang sehat, bukan jadwal padat yang memaksa,” katanya.
Pelaksanaan GJL U-13 kali ini tak lepas dari sorotan publik, menyusul gagalnya pertandingan di Stadion Mini Kelapa Dua pada Minggu, 25 Januari 2026. Saat itu, pertandingan dibatalkan setelah pengelola lapangan menyatakan kondisi lapangan tidak layak digunakan karena dinilai becek, meski seluruh tim peserta telah hadir.
Pembatalan tersebut kembali menyoroti lemahnya kepastian fasilitas olahraga, yang kerap menjadi persoalan klasik dalam pembinaan sepak bola usia dini di daerah. Panitia menilai, ketidakpastian penggunaan lapangan bukan hanya merugikan penyelenggara, tetapi juga berdampak langsung pada pemain muda yang kehilangan jam bermain.
Pemindahan lokasi ke Stadion Mini Porci Cibodas diharapkan menjadi solusi sementara agar kompetisi tetap berjalan sesuai kalender yang telah disusun.
Dari sisi partisipasi, panitia memberikan kemudahan bagi tim peserta. Pendaftaran untuk 20 pemain dan tiga official digratiskan, sebagai bentuk dukungan terhadap sekolah sepak bola yang fokus pada pembinaan usia dini.
Sementara itu, bagi orang tua dan pengunjung yang ingin menyaksikan langsung pertandingan, dikenakan kontribusi sebesar Rp20.000 per orang, yang sudah termasuk satu minuman Milo atau Nestea.
Panitia juga menekankan pentingnya menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat dan edukatif. Seluruh penonton dan orang tua diminta menjaga nilai Fair Play, Respect, dan Football Family.
“Penonton dilarang keras melakukan provokasi kepada wasit maupun pemain. Ini pembinaan, bukan kompetisi penuh tekanan,” tegas Taufik.
