Probolinggo, Natmed.id – Sisa lumpur masih terlihat di halaman rumah warga ketika rombongan bantuan tiba di sejumlah titik banjir di Kabupaten Probolinggo, Rabu 21 Januari 2026. Banjir yang melanda tiga kecamatan beberapa hari sebelumnya tidak hanya merendam rumah, tetapi juga memutus aktivitas harian masyarakat.
Banjir terjadi pada Sabtu 17 Januari 2026 akibat intensitas hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap. Kecamatan Sumberasih, Krejengan dan Gading menjadi wilayah yang terdampak cukup parah, dengan ratusan warga harus berjuang membersihkan rumah dan memenuhi kebutuhan dasar setelah air surut.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak. Bantuan difokuskan pada kebutuhan logistik dan pemulihan aktivitas pasca banjir.
Di Kecamatan Sumberasih, sebanyak 219 paket sembako disalurkan langsung kepada warga. Paket tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga yang terdampak banjir dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, bantuan perlengkapan kebersihan dan dapur diserahkan kepada Pondok Pesantren Darul Tauhid di Kecamatan Krejengan dan Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah di Kecamatan Gading. Pesantren menjadi salah satu fasilitas yang terdampak karena genangan air sempat memasuki area asrama dan dapur.
Bantuan yang disalurkan meliputi 5 set alat kebersihan, 7 set alat dapur, 2 unit kompor, 20 matras, 2 lembar terpal, serta 15 selimut. Perlengkapan tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan bersih-bersih lingkungan dan aktivitas harian santri.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan penyaluran bantuan merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan proses pemulihan bisa segera berjalan. Bantuan logistik dan kebersihan sangat dibutuhkan setelah banjir surut,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPBD terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak untuk mengantisipasi potensi bencana susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat.
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam penanganan pasca bencana.
“Kami bersinergi dengan BPBD dan unsur terkait agar bantuan bisa tepat sasaran. Selain sembako, perlengkapan pendukung juga penting agar warga dapat kembali beraktivitas secara normal,” katanya.
Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar barang, tetapi menjadi penopang semangat untuk bangkit. Di tengah lumpur yang masih tersisa, kehadiran bantuan menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi dampak bencana sendirian.
