audio-media
  • Home
  • Features
    • Global Player
    • Podcast Category
    • Podcast List
    • Episode List
    • Single Episode
    • More Podcast Features …
  • Business
  • Comedy
  • Technology
  • Educational
  • Stories
  • More
    • Entertainment
    • Hobbies
    • Kids & Family
    • Music
    • News & Politics
    • Society & Culture
    • Sports
No Result
View All Result
audio-media
No Result
View All Result
Tiga Calon Deputi Gubernur BI Akan Jalani Uji Kelayakan di DPR Pekan Depan

Teks: Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun

DPR Nilai Pelemahan Rupiah Dipicu Sentimen Pasar

Jakarta, Natmed.id – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar Amerika Serikat lebih disebabkan oleh sentimen pasar dan dinamika global, bukan karena melemahnya fundamental ekonomi Indonesia.

Ia meminta Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas rupiah pada level yang moderat agar mencerminkan kekuatan ekonomi nasional sekaligus menjaga kepercayaan pelaku pasar.

“Belum mencapai Rp17.000, masih mendekati. Kita meminta Bank Indonesia menjaga nilai tukar pada angka-angka yang moderat, yang memberi simbol penguatan nilai dan kapasitas ekonomi Indonesia,” kata Misbakhun di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026.

Kondisi makroekonomi Indonesia hingga saat ini masih berada pada jalur yang sehat. Ia menyebut berbagai indikator utama menunjukkan fundamental ekonomi yang kuat dan stabil.

“Indonesia adalah negara dengan ekonomi yang sangat stabil. Pertumbuhan ekonomi kita konsisten di kisaran 4,8 hingga 5 persen secara year on year. Inflasi terkendali, cadangan devisa kuat, neraca perdagangan positif, dan current account juga surplus. Tidak ada indikator yang menunjukkan pelemahan ekonomi secara struktural,” ujarnya.

Menurutnya, tekanan terhadap nilai tukar rupiah lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal dan persepsi pasar keuangan global, termasuk kebijakan moneter negara maju serta dinamika geopolitik internasional. Kondisi tersebut, kata dia, sering kali berdampak langsung pada arus modal di negara berkembang.

“Yang terjadi saat ini lebih dominan faktor sentimen. Oleh karena itu, komunikasi kebijakan menjadi sangat penting agar pasar tetap memiliki keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Misbakhun juga menekankan bahwa Indonesia masih menjadi negara yang menarik bagi investasi, baik investasi portofolio maupun investasi langsung di sektor riil. Dengan fondasi ekonomi yang solid, ia menilai pelemahan rupiah tidak seharusnya disikapi secara berlebihan.

“Pasar perlu diyakinkan bahwa Indonesia adalah negara dengan prospek ekonomi yang kuat, stabil, dan memiliki daya tahan yang baik terhadap gejolak global,” katanya.

Berdasarkan data pasar, sepanjang Januari 2026 nilai tukar rupiah tercatat melemah sekitar 2 persen terhadap dolar AS, menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di kawasan Asia pada periode tersebut. Sepanjang tahun 2025, rupiah juga tercatat terdepresiasi sekitar 3,5 persen.

Pada perdagangan 20 Januari 2026, rupiah sempat menyentuh titik terendah di level Rp16.985 per dolar AS. Namun pada Kamis 22 Januari 2026, rupiah kembali menguat terbatas ke posisi Rp16.936 per dolar AS.

Misbakhun menilai fluktuasi tersebut masih berada dalam batas wajar dan jauh dari kondisi krisis moneter. Ia menegaskan, level nilai tukar saat ini masih berada di bawah tekanan ekstrem yang pernah dialami Indonesia pada masa krisis 1998.

Menanggapi isu yang mengaitkan pelemahan rupiah dengan proses pergantian Deputi Gubernur Bank Indonesia, Misbakhun dengan tegas membantah adanya hubungan langsung antara kedua hal tersebut.

“Saya tidak mengaitkannya dengan sentimen nilai tukar. Itu adalah kewenangan Gubernur Bank Indonesia untuk mengajukan kepada Presiden. Jangan dikaitkan dan jangan dihubungkan, karena tidak korelatif,” ujarnya.

Ia berharap Bank Indonesia terus menjaga stabilitas moneter melalui bauran kebijakan yang tepat, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah agar ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Tags: EkonomiKetua Komisi XI DPR RIMukhamad Misbakhun
ShareTweet

This demo site is only for demonstration purposes to JNews WordPress theme. All images are copyright to their respective owners. All content cited is derived from their respective sources.

Copyright u00a9 2021 by Jegtheme.
  • About
  • Buy JNews
  • Request A Demo
  • Contact
Spotify Podcast Google
No Result
View All Result
  • Home
  • Purchase JNews
  • Pre-sale Question
  • Support Forum
  • Back to Landing Page

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00