Jakarta, Natmed.id – Pemerintah menargetkan penurunan pengangguran di desa melalui pembangunan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang dirancang sebagai motor ekonomi baru berbasis partisipasi generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan Kopdes/Kel Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi desa, tetapi juga menjadi wadah penyerapan tenaga kerja dan ruang aktualisasi sarjana muda di desa. Program ini diharapkan mampu mencegah urbanisasi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.
“Koperasi ini kami siapkan sebagai panggung baru bagi Gen Z dan milenial untuk berkarya dan berbisnis di desa,” ujar Ferry saat Rapat Kerja bersama Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa 20 Januari 2026.
Menurut Ferry, hingga Januari 2026 lebih dari 1,7 juta masyarakat telah bergabung dalam program Kopdes/Kel Merah Putih. Saat ini, sekitar 26 ribu titik telah memasuki tahap pembangunan fisik berupa gerai dan gudang koperasi.
Namun demikian, ia mengakui tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan lahan di sejumlah wilayah. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah tengah mempertimbangkan konsep pembangunan koperasi secara vertikal atau dengan spesifikasi bangunan yang lebih fleksibel dari standar sebelumnya.
“Kami menyesuaikan desain koperasi dengan kondisi wilayah, termasuk kemungkinan pembangunan vertikal agar target tetap tercapai,” jelasnya.
Dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia koperasi, Kementerian Koperasi bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi menghadirkan mata kuliah Koperasi dan Ekonomi Pancasila di perguruan tinggi. Selain itu, diterapkan program KKN tematik, di mana mahasiswa diterjunkan langsung untuk mendampingi koperasi di desa.
Kemenkop juga menyiapkan modul pelatihan digital serta program magang yang hingga kini telah melibatkan lebih dari 500 peserta di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, hingga usaha pesantren.
“Ke depan, koperasi harus menjadi sekolah bisnis bagi anak muda, bukan sekadar lembaga simpan pinjam,” tegas Ferry.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menambahkan keterlibatan sarjana muda dalam pengelolaan Kopdes/Kel Merah Putih akan membawa perubahan signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
“Koperasi harus menjadi jejaring besar yang menggerakkan ekonomi desa secara kolektif,” ujarnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Dewan Perwakilan Daerah. Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi menilai program 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih mulai menunjukkan dampak nyata di masyarakat, terutama dalam mengurangi pengangguran desa.
“Awalnya banyak yang ragu, tapi sekarang masyarakat melihat koperasi ini berbeda dengan KUD masa lalu. Strukturnya lebih kuat dan hasilnya mulai dirasakan,” kata Ahmad.
Senada, Wakil Ketua II Komite IV DPD RI Sinta Rosma Yenti menegaskan komitmen DPD RI untuk mengawal penuh program tersebut agar benar-benar menjadi pilar ekonomi rakyat.
“Koperasi ini adalah terobosan penting untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi ke tangan masyarakat,” ujarnya.
