Nasional

DLH Nilai Pola Hidup Praktis Picu Masalah Sampah di Probolinggo, TPA Seboro Hampir Penuh

Pajarakan, Natmed.id – Persoalan sampah di Kabupaten Probolinggo dinilai tidak hanya dipicu keterbatasan fasilitas, tetapi juga perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat yang semakin praktis. Kondisi tersebut membuat volume sampah terus meningkat dan menekan kapasitas pengolahan.

Penilaian itu disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Mishul Sauliyah Fitriawati saat sosialisasi pengelolaan sampah di MTs Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Sabtu 3 Januari 2026.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari ustadz dan ustadzah MTs Zainul Hasan Genggong di bawah naungan Pesantren Zainul Hasan Genggong. Sosialisasi difokuskan pada perubahan perilaku dan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Fitri menyebut masih banyak warga beranggapan sampah bukan persoalan selama tidak terlihat di lingkungan sekitar. Padahal, praktik seperti membakar atau membuang sampah ke sungai berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.

“Selama tidak terlihat di halaman rumah, sering kali dianggap selesai. Cara ini justru memicu pencemaran dan masalah jangka panjang,” kata Fitri.

Ia juga mengungkapkan kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Seboro saat ini hampir mencapai kapasitas maksimal. Karena itu, pengurangan timbulan sampah dinilai harus dimulai dari pemilahan sejak sumbernya.

“Pengelolaan harus dimulai dari rumah tangga, sekolah, pasar hingga pondok pesantren. Kalau dipilah sejak awal, pengolahan di TPS dan TPA jauh lebih efektif,” ujarnya.

Menurut Fitri, peran desa menjadi kunci, termasuk penyediaan TPS dan optimalisasi TPS 3R. Saat ini terdapat enam TPS 3R aktif di Kabupaten Probolinggo yang tersebar di beberapa desa dan kelurahan.

Kepala MTs Zainul Hasan Genggong, Ahmad Zaini, mengaku materi sosialisasi tersebut relevan dengan kondisi sekolah. Ia menyebut pihak madrasah siap menerapkan pemilahan sampah dan mendukung pembentukan bank sampah internal.

“Kami akan mulai dari lingkungan sekolah agar guru dan siswa terbiasa memilah sampah sejak dini,” kata Zaini.

Related posts

Penerapan Budaya K3 Harus Jadi Komitmen Moral dan Strategi Produktivitas

Rhido

Galangan Kapal Kaltim Bidik Lompatan Besar

Sukri

Ketua Umum JMSI Berziarah ke Makam Tokoh Pers Saksi Proklamasi

natmed