Samarinda

Dari Kebun Sayur Keluarga Jadi Ikon Wisata Murah Meriah

Samarinda, Natmed.id – Di tengah hiruk pikuk perayaan akhir tahun dan pasca-Natal, destinasi wisata lokal menjadi pelarian favorit bagi keluarga yang ingin melepas penat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Naureen Mini Garden. Destinasi yang terletak di Samarinda ini tetap konsisten mempertahankan konsep “healing murah meriah” di tengah tantangan ekonomi yang sedang lesu.

Teks: Resti, pengelola Naureen Mini Garden

Resti, pengelola Naureen Mini Garden, tampak sibuk melayani pengunjung di loket tiket saat ditemui tim media. Meski berstatus sebagai pengelola, Ia tak segan turun langsung membantu operasional di lapangan, terutama saat lonjakan pengunjung di masa libur panjang seperti sekarang.

Menanggapi tren kunjungan wisatawan akhir tahun ini, Resti mengakui adanya dinamika yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, meskipun jumlah pengunjung menunjukkan tren positif dan mengalami kenaikan dibandingkan hari biasa, daya beli masyarakat secara umum memang terasa menurun.

“Kalau untuk kunjungan, alhamdulillah ramai. Tapi jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, memang lebih ramai dulu. Perekonomian saat ini sedang turun, jadi berdampak juga pada jumlah pengunjung yang datang ke Naureen Mini Garden. Namun, kami bersyukur tetap ada kenaikan signifikan daripada bulan-bulan sebelumnya,” ujar Resti pada Selasa, 30 Desember 2025.

Fenomena ini, menurut Resti, tidak hanya dialami oleh pihaknya, tetapi juga dirasakan oleh rekan-rekan sesama pengelola destinasi wisata di wilayah tersebut.

Salah satu daya tarik magnetis yang membuat pengunjung betah berlama-lama di sini adalah fasilitas terapi ikannya. Uniknya, Naureen Mini Garden membagi fasilitas ini menjadi dua kategori, relaksasi umum dan terapi kesehatan.

Bagi pengunjung dengan tiket reguler Rp10.000, mereka bisa menikmati fasilitas bermain bersama ikan di kolam kecil yang berisi banyak ikan nila merah. Namun, bagi yang mencari pengobatan alternatif, Naureen menyediakan area khusus terapi kesehatan dengan dua jenis ikan yang didatangkan langsung dari luar daerah dan luar negeri.

Yang pertama ada Ikan Garra Rufa yang berasal dari Turki, ikan eksotis ini didatangkan langsung menggunakan pesawat dengan kapasitas maksimal 3.000 ekor sekali angkut.

“Ikan dari Turki ini tidak punya gigi, jadi air liurnya yang bekerja membuat kulit halus. Sensasinya seperti dipijat,” jelas Resti.

Karena harga belinya yang mahal, fasilitas ini berada di keramba khusus dengan biaya tambahan.

Kemudian ada ikan nilem dari Bandung, ikan lokal ini memiliki karakteristik berbeda. Dengan gigi-gigi kecilnya, ikan ini memberikan sensasi seperti tersengat listrik ringan saat menggigit sel kulit mati.

Terapi ini diyakini efektif untuk membantu meringankan keluhan rematik, asam urat, struk ringan, hingga mengangkat kapalan pada kaki.

Sejarah berdirinya Naureen Mini Garden tergolong unik dan tidak direncanakan untuk menjadi objek wisata besar. Semua bermula pada tahun 2020 ketika suami Resti membeli lahan seluas tiga kavling.

Awalnya, lahan tersebut diproyeksikan sebagai kebun sayur keluarga dan tempat budidaya lebah kelulut.

“Nama Naureen itu diambil dari nama anak saya. Mini Garden karena memang tempatnya kecil dan awalnya hanya kebun sayur,” kenang Resti.

Agar lebah kelulut mendapatkan pakan vegetasi yang cukup, keluarga tersebut menanam berbagai macam bunga di sekitar kebun. Keindahan perpaduan bunga dan konsep kebun yang asri ini kemudian diunggah oleh akun media lokal Bubuhan Samarinda (Busam) pada tahun 2021 dan mendadak viral.

“Kami tidak pernah ada grand opening. Setelah viral itu, orang-orang mulai berdatangan. Akhirnya kami putuskan untuk buka buat umum secara pelan-pelan dan mulai memberlakukan tiket masuk,” tambahnya.

Agar pengunjung tidak bosan, pengelola terus berinovasi. Tahun ini, Naureen Mini Garden memperkenalkan dua spot terbaru, yaitu Jembatan Merah dan Hidden Garden.

Terletak di bagian ujung kawasan, kedua spot ini menawarkan suasana yang lebih privat dan instagramable dengan tarif tambahan yang sangat terjangkau, yakni Rp5.000 per orang.

“Tagline kami adalah healing murah meriah. Kami menyasar segmen menengah ke bawah agar keluarga dengan anggota banyak tetap bisa berwisata. Bayangkan kalau tiketnya mahal, dikalikan jumlah anggota keluarga pasti berat. Jadi tiket masuk tetap Rp10 ribu, fasilitas lain tinggal pilih mau yang mana,” jelas Resti.

Selain taman dan jembatan, fasilitas seperti area memancing juga menjadi primadona bagi kaum bapak, sementara anak-anak dapat menikmati playground, area mewarnai karakter, hingga berfoto dengan binatang.

Saat ini, Naureen Mini Garden telah menjadi bagian dari Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) di bawah binaan Dinas Pariwisata. Dukungan pemerintah mulai mengalir dalam bentuk bantuan sarana prasarana, mulai dari perangkat komunikasi handy talkie (HT), alat pemadam api (Apar), hingga peralatan medis untuk ruang UKS dan kursi roda.

Meskipun sudah berkembang pesat, manajemen Naureen masih mempertahankan konsep kekeluargaan. Sebagian besar karyawan adalah anggota keluarga sendiri. Keputusan ini diambil untuk menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga besar pascapandemi Covid-19.

“Uang yang masuk saat ini kami fokuskan kembali untuk pembangunan lahan. Insyaallah, ke depan kami berencana membangun mini zoo dan area bermain anak yang lebih bagus lagi agar Naureen semakin lengkap,” tutupnya.

Related posts

Gibran Pantau Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Remaja

Arum

Andi Harun Rencanakan Pedagang Pasar Pagi Tutup 15 Menit Sebelum Waktu Salat

Aminah

Peserta Paskibraka Samarinda Jalani Karantina dan Pelatihan Terpusat

ericka