Samarinda, Natmed.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memperluas program pasar murah untuk menekan disparitas harga bahan pokok, terutama di daerah terpencil yang menghadapi kendala distribusi. Meskipun operasi pasar digalakkan, ketidakstabilan harga masih terjadi akibat hambatan logistik dan biaya angkut yang tinggi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim Heni Purwaningsih menyampaikan pihaknya fokus pada wilayah seperti Kutai Barat, Mahakam Ulu, Paser, Penajam Paser Utara dan Kutai Timur, karena sering mengalami lonjakan harga dibanding kota besar.
“Di daerah remote, harga barang mudah melompat karena distribusi tidak selalu lancar. Program pasar murah bertujuan menekan disparitas tersebut,” ujarnya usai mengunjungi Pekan UMKM di Samarinda, Sabtu 6 Desember 2025.
Heni menjelaskan, Pemprov Kaltim tetap menggandeng Perusda MBS sebagai mitra strategis untuk menjamin stok dan stabilisasi harga. Di kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan, distribusi relatif lebih lancar, sehingga operasi pasar bersifat rutin.
Sedangkan di wilayah terpencil, intervensi pemerintah harus lebih intensif agar warga tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Kami tidak menunggu momen tertentu, stabilisasi harga adalah kebutuhan harian. Semua daerah remote menjadi prioritas agar masyarakat tidak dirugikan,” tambahnya.
Sepanjang 2025, DPPKUKM telah menggelar lebih dari 10 operasi pasar. Selain menjual bahan pokok lebih murah, kegiatan ini juga digunakan untuk memetakan komoditas rawan kenaikan dan wilayah yang paling membutuhkan intervensi.
Heni menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk BUMN, BUMD, perbankan, dan perusahaan swasta, terutama dalam kondisi efisiensi anggaran OPD menjelang 2026.
“Kolaborasi ini bukan pilihan, tapi kebutuhan agar distribusi dan harga tetap terkendali,” katanya.
Selain stabilisasi harga, program pasar murah menjadi wadah edukasi bagi masyarakat mengenai akses pangan yang aman, murah, dan berkualitas. Heni menambahkan, data dari operasi pasar juga digunakan untuk membangun basis informasi UMKM lokal dan mendorong partisipasi generasi muda dalam kegiatan ekonomi kreatif.
Meski tantangan logistik masih menghambat distribusi pangan, Pemprov Kaltim memastikan program pasar murah akan terus diperluas dan menjadi strategi rutin untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok di seluruh kabupaten/kota.
“Tujuan akhir kami adalah memastikan semua warga, terutama di daerah terpencil, mendapatkan pangan yang stabil dengan harga wajar,” tutup Heni.
