Samarinda, Natmed.id – Jumlah penumpang dan barang yang diangkut melalui udara dan laut di Kalimantan Timur (Kaltim) kompak mencatat kenaikan pada Oktober 2025. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan seluruh moda transportasi utama mengalami pergerakan positif, menandai penguatan mobilitas warga dan aktivitas logistik.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menyebut kenaikan paling menonjol terjadi pada angkutan udara domestik. Pada Oktober 2025, jumlah penumpang mencapai 239.300 orang, naik 9,15 persen dibanding September.
“Peningkatan ini terpantau di semua bandara. Sepinggan dan APT Pranoto masih menjadi jalur utama mobilitas udara di Kaltim,” ujar Yusniar dalam rilis resmi Senin 1 Desember 2025.
Bandara Sepinggan-Balikpapan mencatat 181.177 penumpang domestik, setara 75,71 persen dari total. Sementara APT Pranoto-Samarinda menyumbang 38.375 penumpang atau 16,04 persen. Kaltim juga mencatat 4.529 penumpang internasional pada Oktober, tumbuh 4,74 persen, seluruhnya melalui Bandara Sepinggan.
Meski terjadi kenaikan bulanan, akumulasi penumpang domestik Januari–Oktober 2025 justru turun 4,28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, penumpang internasional naik tajam 26,59 persen.
“Lonjakan rute luar negeri ini cukup konsisten sepanjang tahun,” kata Yusniar.
Pada moda laut, pergerakan penumpang dalam negeri Oktober mencapai 39.648 orang, naik 4,68 persen. Pelabuhan Samarinda mencatat kenaikan tertinggi, 13,37 persen, disusul Semayang-Balikpapan 4,13 persen. Penurunan justru terjadi di Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan sebesar 8,03 persen.
Secara kumulatif Januari–Oktober, penumpang laut naik signifikan 21,70 persen. “Pertumbuhan tertinggi berasal dari Bontang dan Semayang. Aktivitas penumpang laut kita sedang menguat kuat tahun ini,” ujar Yusniar.
Sementara itu, angkutan barang laut Oktober mencapai 9.733,60 ribu ton, naik 3,70 persen dari bulan sebelumnya. Kenaikan volume terbesar terjadi di Pelabuhan Sangatta (43,86 persen), Kariangau (29,68 persen) dan Bontang (27,77 persen).
Kuala Samboja menjadi pelabuhan dengan volume barang terbesar, mencatat 2.875,73 ribu ton atau 29,54 persen dari total. Namun secara tahunan, beberapa pelabuhan masih mengalami kontraksi, seperti Tanjung Santan (-49,51 persen) dan Kariangau (-43,40 persen).
“Secara umum, mobilitas barang tetap terjaga meski ada penurunan di beberapa titik. Tetapi secara total, Januari–Oktober masih tumbuh tipis 0,47 persen,” tutur Yusniar.
